Baraktime.com|Labuhanbatu – PTPN IV Regional I Wilayah 1 GLB melaksanakan penyusunan
Penilaian Dampak Sosial (Social Impact Assessment/SIA) Tahun 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memitigasi dampak
sosial, serta memastikan keberlanjutan dan kemanfaatan proyek bagi masyarakat
luas.
Kegiatan
dilaksanakan di Aula Kebun Aek Nabara Utara pada Rabu (13/5/2026). Acara ini
menghadirkan para pemangku kepentingan (stakeholder) di Wilayah 1 Group
Labuhanbatu yang mencakup Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, dan
Labuhanbatu Utara. Di antaranya adalah para Camat, perwakilan Polsek, Koramil,
SPBUN, rekan media, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Hadir pula Kepala
Dinas Tenaga Kerja Labuhanbatu, Zulkarnain Siregar, S.Sos., dan beberapa
pejabat penting di lingkup Kebun Aek Nabara Utara.
Diskusi penyusunan dokumen ini didampingi oleh tim konsultan dari Medan guna mengakomodasi segala usulan yang bermuara pada kepentingan mitigasi dampak sosial berkelanjutan.
Camat
Bilah Hulu, Muhammad Kamisdan Ritonga, S.AP., M.M., menyoroti kondisi banjir
yang kerap terjadi di wilayah kerjanya. Ia mengusulkan agar pihak perusahaan
dapat membantu penanganannya. Di samping itu, ia juga mengusulkan adanya
pembebasan lahan seluas 10 hektare untuk pengelolaan sampah.
Sementara itu, Camat Kampung Rakyat, Ali Brahamsar Nasution, S.E., M.M., meminta kepedulian perusahaan untuk ikut membantu penanganan sampah dan pencucian parit guna menghindari banjir. Ia juga mengusulkan bantuan penanganan kebakaran hutan di musim kemarau, khususnya di lahan bergambut Desa Tanjung Mulia dan Teluk Panji. Terkait bantuan sosial pada hari-hari besar keagamaan, ia berharap hal tersebut tetap menjadi atensi perusahaan.
Di
sisi lain, Camat Kotapinang, Khoirul Efendi Batubara, S.H., M.H., menyoroti
beberapa dusun di dekat areal Kebun Sisumut yang sering terdampak banjir,
seperti di Dusun Blok 40 yang membutuhkan penanganan maksimal. Ia juga meminta
perbaikan jembatan penghubung di Dusun Sijambu. Efendi turut mengusulkan agar
perusahaan membantu penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR)
tepat sasaran dengan menginformasikan data penerima manfaat kepada pihak desa
dan kecamatan.
Menanggapi usulan-usulan tersebut, Jaka Pratama selaku APK Kebun Aek Nabara Utara menjelaskan bahwa permasalahan banjir di Bilah Hulu menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama. Pihaknya menyatakan prinsipnya siap membantu normalisasi sungai yang meluap. Namun, kendala di lapangan saat ini adalah banyaknya permukiman penduduk yang berada di bantaran sungai.
Jaka
juga menegaskan terkait isu pencurian sawit di areal perkebunan oleh oknum
masyarakat setempat. Pihak perusahaan telah berulang kali memberikan
peringatan. Jika langkah persuasif tidak diindahkan, perusahaan akan
melaporkannya ke pihak berwajib demi memberikan efek jera.
Di
akhir diskusi, Remaja Putra Barus selaku konsultan yang dipercaya PTPN IV
Regional I menyimpulkan hasil pertemuan. Seluruh usulan akan diakomodasi dan
dimasukkan ke dalam dokumen Social Impact Assessment Tahun 2026. Dokumen
ini akan digunakan selama tiga tahun ke depan dengan evaluasi berkala setiap
tahunnya.
Acara ditutup secara resmi oleh Watson AP Manalu, S.T.P., M.P., selaku Manajer Wilayah 1 GLB Kebun Aek Nabara Utara, dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (red).






mantab abanganda mudah-mudahan beritanya semakin bagus dan media Barrak TV semakin berkembang
BalasHapuslanjutkan abangku
BalasHapus