cerpen

Rindy Jangan Pergi (II)

Oleh : WAI Nasution  Dia mengambil HP yang berada di atas bak mandi. Baru dia ingat sebelum tidur malam itu Rangga mene…

NDUT

Oleh : WAI  Nasution     “Nduuttttt...banguuuuuuuunnnnn,” teriak emaknya dengan   suara super keras sambil me…

RINDY JANGAN PERGI

Oleh : WAI  Nasution   Cuaca mendung yang mengitari wajah Kotapinang pagi itu membuat Rindy enggan beranjak dar…

Malam Purnama di Kampung Tua (III)

Karya : WAI Nasution Tiba-tiba, Pak Dullah berbicara tanpa mengubah posisi kepalanya yang menghadap lurus ke depan. …

"Satu Tamparan Ibu"

Karya : Wai Nasution     Langit sore itu seperti tumpahan tinta; mendung pekat yang menelan habis sisa-sisa sin…

Hujan Dini Hari

Penulis : Rosmainy Secercah kilat meretakkan gulita langit malam. Sementara rintik-rintik hujan bagai ribuan jar…

Bismillah.......Mantra Istriku

Oleh : Rosmaini   Fikri mengetukkan bolpoint di tangannya ke ujung meja. Suara ujung bolpoint beradu dengan me…

Sajadah di Balik Karung Goni

Oleh : Wai Nasution   Hujan turun seolah tumpah dari langit, tepat saat aku baru saja menyelesaikan zikir z…