Rindy Jangan Pergi (II)
Oleh : WAI Nasution Dia mengambil HP yang berada di atas bak mandi. Baru dia ingat sebelum tidur malam itu Rangga mene…
Oleh : WAI Nasution Dia mengambil HP yang berada di atas bak mandi. Baru dia ingat sebelum tidur malam itu Rangga mene…
Oleh : WAI Nasution “Nduuttttt...banguuuuuuuunnnnn,” teriak emaknya dengan suara super keras sambil me…
Oleh : WAI Nasution Cuaca mendung yang mengitari wajah Kotapinang pagi itu membuat Rindy enggan beranjak dar…
Karya : WAI Nasution Tiba-tiba, Pak Dullah berbicara tanpa mengubah posisi kepalanya yang menghadap lurus ke depan. …
Karya : Wai Nasution Langit sore itu seperti tumpahan tinta; mendung pekat yang menelan habis sisa-sisa sin…
Penulis : Rosmainy Secercah kilat meretakkan gulita langit malam. Sementara rintik-rintik hujan bagai ribuan jar…
Oleh : Rosmaini Fikri mengetukkan bolpoint di tangannya ke ujung meja. Suara ujung bolpoint beradu dengan me…
Oleh : Wai Nasution Hujan turun seolah tumpah dari langit, tepat saat aku baru saja menyelesaikan zikir z…