Rindy Jangan Pergi (II)
Oleh : WAI Nasution Dia mengambil HP yang berada di atas bak mandi. Baru dia ingat sebelum tidur malam itu Rangga mene…
Oleh : WAI Nasution Dia mengambil HP yang berada di atas bak mandi. Baru dia ingat sebelum tidur malam itu Rangga mene…
Oleh : WAI Nasution “Nduuttttt...banguuuuuuuunnnnn,” teriak emaknya dengan suara super keras sambil me…
Oleh : WAI Nasution Cuaca mendung yang mengitari wajah Kotapinang pagi itu membuat Rindy enggan beranjak dar…
Karya : WAI Nasution Tiba-tiba, Pak Dullah berbicara tanpa mengubah posisi kepalanya yang menghadap lurus ke depan. …
Karya : Wai Nasution Riyan tertunduk lesu. Hatinya hancur mendapati kenyataan bahwa wanita yang ia perjuangkan habis-…
Oleh : Wai Nasution Rudi menarik napas panjang, seolah membuang beban yang selama ini menyesakkan dadanya. "Yan, …
Oleh : Ades Iskandar Nasution Kesultanan Kotapinang Penjaga Marwah yang Relevan Dalam upaya pemajuan budaya, ki…
Penulis : Wai Nasution "Saya harus pergi, Bu. Ada janji yang menyangkut masa depan saya," sahut Riyan dengan…