Rindy Jangan Pergi (II)

Media Barak Time.com
By -
0



Oleh : WAI Nasution 


Dia mengambil HP yang berada di atas bak mandi. Baru dia ingat sebelum tidur malam itu Rangga menelepon dan kebetulan saat itu juga perutnya mules, langsung buru-buru ke kamar mandi. Sambil menerima telepon dia meneruskan hajatnya..........Nah! setelah selesai Rangga nelepon, dia meletakkan HP nya begitu saja di atas Bak Mandi. Tanpa menghiraukan HP nya dia terus menuntaskan hajatnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Setelah selesai dia melenggang pergi ke tempat tidur.


“Waduhhh! Masih muda gini aku sudah pikun. Ah.... sial!” rutuknya sambil menepuk jidatnya.

“Mana lagi harus merapikan kamar yang sudah seperti kandang kambing ini, Huh!” Rindy menarik nafas panjang. Namun dia belum juga merapikan kamarnya, malah melihat HP nya.


“ Waduhhh! 25 panggilan tak terjawab dari Rangga, 5 sms,” ujarnya

“Rin aku sudah di taman kota....”

“Rin kok lama sih.....”

“Rin sudah setengah jam kok belum datang?”

“Yah..sudahlah....kalau hari ini tidak bisa, tapi aku tunggu setengah jam lagi, kalau juga tidak datang terpaksa aku pergi”

“Rindy........”

Satu persatu sms dari Rangga di bacanya.


Rindy tertegun dengan sms dari Rangga. Karena ke enakan tidur dan di dukung cuaca yang  mendung, membuat dirinya malas beranjak dari peraduannya. Namun dampaknya sangat besar,”Pasti Rangga kecewa atas sikap ku ini” bathinnya.

Berulang kali dia telepon balik Rangga, tapi tak diangkat,
“Mungkin Rangga marah!”

“apa mungkin dia........, Ah! Pening pala ku mikirkannya. Lebih baik ku rapikan kamarku sebelum mbak ningsih yang crewet marah padaku.”


“Rin....kenapa belum keluar!:” pekik Ningsih sambil menggedor-gedor pintu Rindy.

“Iya mbak, sabar napa” jawab Rindy

“Baru saja kupikirkan, sudah datang dia” bathinnya.


“Tapi sebenarnya Mbak Nining orang baik dan pengertian, kalaupun dia cerewet hanya sebatas di mulut saja. Itupun karena akunya saja yang rada bawel” bathinnya.


Secepat kilat Rindy membersihkan kamar yang sudah berantakan itu, dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dan dengan tangannya yang cekatan, dia beresi kamarnya. Pokoknya sudah seperti proklamasi saja. Hehehe.....

“Selesai sudah......,” bathinnya


“aku belum mandi tak wewek tak wewek” lantunnya sambil menuju kamar mandi. Walau dengan suara pas-pas-an dia tetap Percaya diri bahwa orang lain pasti ngedumel mendengarnya. Pokoknya kalau yang sedang sakit gigi mendengarnya di jamin sandal akan melayang ke jidat Rindy. Whkkwkwkwkwk......, karena pernah terjadi, waktu Rindy sedang nyanyi di teras rumah, kebetulan volume suaranya sengaja di kuatin, eh....tiba-tiba ada sandal numplak ke jidatnya, cari-punya cari rupanya sandal nek suti, karena saat itu nek suti lagi sakit gigi.....hehehehe..,


Selesai mandi aroma kamar berubah wangi semerbak, Rindy memakai baju kaos warna biru di padu dengan jeans Lea biru menambah keanggunannya. Apalagi dengan wajah bulat oval dan rambut ikal sebahu yang membuat kecantikan sempurna, pasti pemuda klepek-klepek memandangnya.

“Sudah rapi non?” ledek Ningsih

“Ya udah lah” jawabnya cuek

“Anak gadis jam segini baru bangun, mau jadi apa, Hah!” kata Ningsih

“Yang jelas ndak jadi kura-kura ninja mbak, hehehe” canda Rindy agar suasana hati Ningsih tak memanas. (Bersambung....)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)