Oleh : WAI Nasution
Dia
mengambil HP yang berada di atas bak mandi. Baru dia ingat sebelum tidur malam
itu Rangga menelepon dan kebetulan saat itu juga perutnya mules, langsung
buru-buru ke kamar mandi. Sambil menerima telepon dia meneruskan
hajatnya..........Nah! setelah selesai Rangga nelepon, dia meletakkan HP nya begitu
saja di atas Bak Mandi. Tanpa menghiraukan HP nya dia terus menuntaskan
hajatnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Setelah selesai dia melenggang
pergi ke tempat tidur.
“Waduhhh!
Masih muda gini aku sudah pikun. Ah.... sial!” rutuknya sambil menepuk
jidatnya.
“Mana
lagi harus merapikan kamar yang sudah seperti kandang kambing ini, Huh!” Rindy
menarik nafas panjang. Namun dia belum juga merapikan kamarnya, malah melihat
HP nya.
“
Waduhhh! 25 panggilan tak terjawab dari Rangga, 5 sms,” ujarnya
“Rin aku sudah di
taman kota....”
“Rin kok lama
sih.....”
“Rin sudah setengah
jam kok belum datang?”
“Yah..sudahlah....kalau
hari ini tidak bisa, tapi aku tunggu setengah jam lagi, kalau juga tidak datang
terpaksa aku pergi”
“Rindy........”
Satu
persatu sms dari Rangga di bacanya.
Rindy
tertegun dengan sms dari Rangga. Karena ke enakan tidur dan di dukung cuaca
yang mendung, membuat dirinya malas
beranjak dari peraduannya. Namun dampaknya sangat besar,”Pasti Rangga kecewa
atas sikap ku ini” bathinnya.
Berulang
kali dia telepon balik Rangga, tapi tak diangkat,
“Mungkin Rangga marah!”
“apa
mungkin dia........, Ah! Pening pala ku mikirkannya. Lebih baik ku rapikan
kamarku sebelum mbak ningsih yang crewet marah padaku.”
“Rin....kenapa
belum keluar!:” pekik Ningsih sambil menggedor-gedor pintu Rindy.
“Iya
mbak, sabar napa” jawab Rindy
“Baru
saja kupikirkan, sudah datang dia” bathinnya.
“Tapi
sebenarnya Mbak Nining orang baik dan pengertian, kalaupun dia cerewet hanya
sebatas di mulut saja. Itupun karena akunya saja yang rada bawel” bathinnya.
Secepat
kilat Rindy membersihkan kamar yang sudah berantakan itu, dalam tempo yang
sesingkat-singkatnya dan dengan tangannya yang cekatan, dia beresi kamarnya.
Pokoknya sudah seperti proklamasi saja. Hehehe.....
“Selesai
sudah......,” bathinnya
“aku
belum mandi tak wewek tak wewek” lantunnya sambil menuju kamar mandi. Walau
dengan suara pas-pas-an dia tetap Percaya diri bahwa orang lain pasti ngedumel
mendengarnya. Pokoknya kalau yang sedang sakit gigi mendengarnya di jamin
sandal akan melayang ke jidat Rindy. Whkkwkwkwkwk......, karena pernah terjadi,
waktu Rindy sedang nyanyi di teras rumah, kebetulan volume suaranya sengaja di
kuatin, eh....tiba-tiba ada sandal numplak ke jidatnya, cari-punya cari rupanya
sandal nek suti, karena saat itu nek suti lagi sakit gigi.....hehehehe..,
Selesai
mandi aroma kamar berubah wangi semerbak, Rindy memakai baju kaos warna biru di
padu dengan jeans Lea biru menambah keanggunannya. Apalagi dengan wajah bulat
oval dan rambut ikal sebahu yang membuat kecantikan sempurna, pasti pemuda
klepek-klepek memandangnya.
“Sudah
rapi non?” ledek Ningsih
“Ya
udah lah” jawabnya cuek
“Anak
gadis jam segini baru bangun, mau jadi apa, Hah!” kata Ningsih
“Yang
jelas ndak jadi kura-kura ninja mbak, hehehe” canda Rindy agar suasana hati
Ningsih tak memanas. (Bersambung....)


Posting Komentar
0Komentar