Oleh : Wan Ades Iskandar Nasution
(Ketua KJSWIB Labusel)
Seiring dengan perjalanan waktu, huta Asam Jawa banyak
di didatangi orang untuk menetap disana, kian lama kian ramai hingga huta Asam jawa sudah menjadi sebuah
perkampungan yang ramai penuh dengan kekerabatan.Bukan saja untuk
menetap, tapi banyak yang membuka perladangan dengan persetujuan ketua kampung.
Hal itu sudah menjadi aturan yang mereka sepakati agar dalam pembukaan lahan perladangan adanya pemerataan dan kesetaraan antara satu dengan lainnya, khususnya bagi para pendatang.
Pada perjalanan kampung Asam Jawa yang semakin berkembang, maka di butuhkan seorang yang bisa memimpin kampung itu yang disebut Penghulu. Hal ini sangat penting untuk mengakomodir kepentingan masyarakat kampung Asam jawa yang sudah berkembang pesat.
Atas musyawarah kampung, diangkatkan saat itu anak dari H. Sulaiman Pulungan sebagai Penghulu pertama yang bernama Syarif Pulungan. Pengangkatan beliau diperkiran sebelum Tahun 1951. Dimasa Penghulu Syarif Pulungan kampung Asam jawa berkembang pesat dan semakin ramai. Berlandaskan hubungan kekeluargaan dan kemasyarakatan yang kental, Syarif Pulungan memimpin masyarakat secara arif dan bijaksana. Setiap ada permasalahan, penghulu Syarif Pulungan tetap mengedepankan pendekatan kekeluargaan, sehingga sebesar apapun masalahnya akan dapat di tuntaskan.
Kemudian sekitar Tahun 1950 penghulu Asam jawa digantikan oleh Penghulu Nalang Nasution yang menjabat selama 27 Tahun tepatnya dari tahun 1950-1977. Selama 27 tahun Penghulung Nalang memimpin Huta Asam Jawa semakin bekembang dan majunya perkampungan itu.
Perkembangan itu tidak terlepas dari kerja keras penghulu dalam menata desanya. Apalagi dari lamanya bertugas, mengindikasikan bahwa Penghulu Nalang Nasution mendapat tempat di hati masyarakat yang di pimpinnya. Dalam kepiawaiannya mengurus warga yang berkaitan dengan adat istiadat, sosial, ekonomi dan keberagaman, menjadikan Desa Asam Jawa terus menunjukkan grafik menanjak dalam jumlah penduduknya.
Hubungan kekerabatan masih saja menjadi landasan untama dalam memimpin masyarakat desa Asam Jawa. Sebab Konsep Dalihan Na tolu dan resam melayu menjadi adat istiadat yang kompleks saat itu dalam menata hubungan kemasyarakatan. Akhirnya Penghulu Nalang Nasution pada tahun 1977 digantikan oleh penerusnya.
Selanjutnya di tahun 1977-1980 Desa Asam Jawa di pimpin Dongoran Hasibuan dan seterus hingga sampai saat ini Desa Asam Jawa telah di pimpin oleh beberapa kepala desa secara bergantian dan beberapaPenjabatKepala Desa.
Mereka dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera tetap mengedepankan musyawarah dan mufakat serta mengedepankan hubungan kekerabatan yang kental. Secara estafet mereka terus berupaya membuat desa Asam Jawa menjadi desa yang maju dan berkembang sebagaimana di inginkan para pendahulu.
Demikian senarai sejarah terjadi Desa Asam Jawa yang
begitu panjang, apalagi dalam penabalannya langsung Sultan Kotapinang, Yang Dipertuan Makmur Perkasa Alamsyah yang
memberikan nama kampung tersebut.
Hal ini dapat menjadi dasar kita dalam mencermati
sejarah berdirinya Desa Asam Jawa khususnya bagi generasi muda yang ada di Desa
Asam Jawa dan Labuhanbatu Selatan secara Umum.
Sumber :
1. Wawancara
dengan Pj. Kepala Desa Asam Jawa, Hendra Kusbandi, ST, pada Kamis, 3 Juli 2025.
2. Wawancara dengan
H, Samsul Bahri Hasibuan, pada Selasa, tanggal 15 Juli 2025
3. Wawancara
dengan H. Dahlan Harahap pada Kamis, 17 Juli 2025
4. Wawancara
dengan H. Pahlon Pulungan, pada Rabu, tanggal 30 Juli 2025.


Posting Komentar
0Komentar