Karya Wai Nasution
“Bang….pinggir….”
Tiba-tiba suara pemuda bernama Bayu memecahkan suasana sepi
didalam bus tujuan Medan. Sang kondekturpun secara spontan menginjak pedal rem,
membuat penumpang yang ada didalam bus terkejut.
“Ada apa pak supir” celetuk penumpang yang berada tepat di
belakang supir. Sepertinya dia tidak senang dengan perlakuan supir yang mengrem
mendadak.
“Maaf pak, “
Hanya sebait kata itu yang keluar dari mulut sang supir, Ia
faham bahwa penumpang yang di belakangnya merasa tidak senang.
“Sekali lagi jangan seperti itu! Utamakan keselamatan penumpang”
ujarnya lagi sambil memegang hidungnya yang sakit. Karena saat rem dadakan
tadi, kepalanya terjedut menghantam sandaran kursi supir.
“Untung hidungku masih ada, kalau coel dikit aja, sudah kuhajar
supir brengsek itu” bathinnya.
“Turun disini dek” Tanya supir dengan penuh hormat kepada bayu.
“Iya bang…..”
Bus malam yang menurunkan Bayu di simpang kampung tua itu
akhirnya meninggalkannya dan melaju ke tujuannya. Walau tadi ada sedikit
insiden, namun masih dapat dikendalikan.
Di ujung kampung itu Bayu berjalan menuju warung yang berada di tepat
di persimpangan kampung. Namunwarung itu
tampak sunyi dan gelap.
Bayu
menghentikan langkah tepat di depan warung Bu Iyem. Biasanya, tempat ini adalah
tempat persinggahan terakhirnya sebelum menghadapi keangkeran Kampung Tua. Tapi
malam ini, bukan aroma kopi yang menyengat, melainkan bau apek tanah basah dan
kayu lapuk. Pintu warung yang biasanya terbuka lebar kini tertutup rapat,
menyisakan kegelapan pekat di balik celah papannya yang tampak seperti deretan
gigi yang membusuk."
Tengkuk Bayu mendadak
kaku saat sebuah suara parau merayap masuk ke telinganya, dingin seperti
embusan angin kuburan.
"Baru sampai,
Nak?"
Bayu tersentak. Di sana, di balik
bayang-bayang pohon beringin yang menjuntai, berdiri Pak Dullah. Pria paruh
baya itu tampak kaku, wajahnya pucat pasi di bawah cahaya rembulan, dengan
sepasang mata yang menatap kosong seolah nyawanya telah dicuri oleh kegelapan
malam.
bersambung............


Posting Komentar
0Komentar