Oleh : Wan Ades Iskandar Nasution
(Ketua KJSWIB Labusel)
Desa sebagai sebuah kesatuan masyarakat hukum yang
diatur berdasarkan hak asal-usul dan adat istiadat, yang diakui dalam sistem
pemerintahan negara Republik Indonesia. Tentunya kelompok terkecil dalam
tatanan negara ini memiliki sejarah dalam pembentukannya.
Begitu juga dengan Desa Asam Jawa, terbentuknya telah
melalui sejarah panjang dalam proses pembentukannya hingga seperti sekarang ini
menjadi sebuah desa yang otonom dan berdiri sendiri. Sejarah terbentuknya Desa
Asam Jawa perlu menjadi perhatian setiap elemen masyarakat yang ada di Desa.
Sebab tanpa sejarah pembentukannya, Desa Asam Jawa tidak akan pernah berkembang
hingga saat ini.
Dalam konteks sejarah pembentukannya, Penulis telah
mewawancarai beberapa tokoh masyarakat salah satunya H. Pahlon Pulungan.
Diskusi terkait sejarah permulaan desa Asam jawa sangat menarik untuk di
dokumentasikan dalam bentuk tulisan. Hasil Diskusi dengan H. Pahlon Pulungan
menjadi dasar atas perjalanan sejarah terbentuknya Desa Asam Jawa.
Dusun Belimbing
Awal Mula Huta Asam Jawa
Dizaman dahulu datanglah sekelompok orang yang berasal dari Huta Bargot Panyabungan yang sekarang masuk dalam wilayah Kabupaten Mandailing Natal. Kedatangan mereka dipimpin Malin Kuning Pulungan. Dalam melakukan pengembaraan itu masuklah mereka di sebuah daerah yang di wilayah itu banyak terdapat belimbing (belimbing sejenis buah berbentuknya menyerupai bintang saat di potong, rasanya asam dan sering dijadikan sebagai bagian dari bahan masakan khususnya sayur asam).
“Bah, banyak kali pohon asam belimbing disini ya,
sebaiknya kita menetaplah disini untuk sementara sambil memikirkan kemana arah
tujuan kita selanjutnya” ujar Malim Kuning kepada rombongannya.
Akhirnya setelah melakukan perjalanan panjang, mereka
beristirahat di wilayah itu, menetapnya mereka hanya untuk merencanakan arah
selanjutnya.
“Kurasa ada baiknya kita menetap di daerah ini”
tiba-tiba Malin Kuning angkat bicara.
“Maksud tuan, kita buka kampung disini saja” jawab
salah seorang yang ikut
dalam rombongan itu.
“Iya, karena dilihat dari daerahnya yang teduh dan
sejuk, alangkah baiknya kita buka perkampungan disini dan membuka perladangan”
tawar Malim.
“Saya setuju apa yang disampaikan kanda” ujar isteri
Malin.
Mendengar arahan dari Malim Kuning, beberapa orang yang ikut dalam rombongan itu setuju untuk membuka kampung di daerah itu. Mengingat disekitar lokasi banyak terdapat pohon belimbing, maka Malin Kuning Pulungan menamakan kampung itu sebagai Kampung Belimbing.Kehadiran Malin Kuning Pulungan dan rombongan menjadi dasar awal dari sejarah terbentuknya Desa Asam Jawa. Sebab semua bermula dari dusun belimbing yang telah mereka canangkan untuk tempat bermukim dan berkembang serta menumpukan harapan untuk mencari penghidupan dengan berladang. (Bersambung).
Sumber :
1. Wawancara
dengan Pj. Kepala Desa Asam Jawa, Hendra Kusbandi, ST, pada Kamis, 3 Juli 2025.
2. Wawancara
dengan H, Samsul Bahri Hasibuan, pada Selasa, tanggal 15 Juli 2025
3. Wawancara
dengan H. Dahlan Harahap pada Kamis, 17 Juli 2025
4. Wawancara
dengan H. Pahlon Pulungan, pada Rabu, tanggal 30 Juli 2025.


Posting Komentar
0Komentar