Baraktime.com | Aceh Singkil – Polemik pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Kampung
(BPKamp) Desa Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat, terus memanas. Isu ini
mencuat setelah adanya dugaan permainan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan
ketidaktransparanan tahapan verifikasi calon.
Sebelumnya,
dalam pemberitaan berjudul “Calon
BPKamp Mundur Usai Lolos Verifikasi: Dugaan Permainan DPT di Haloban PBB Mulai
Terbongkar”, salah satu calon anggota BPKamp,
An Arifman, mengaku memilih mundur. Ia merasa proses pemilihan sarat
kepentingan dan tidak berjalan secara adil.
Menindaklanjuti
polemik tersebut, Camat Pulau Banyak Barat, Mawardi, S.Pd., saat dikonfirmasi
awak media menyampaikan bahwa pelaksanaan pemilihan anggota BPKamp Desa Haloban
tetap dijadwalkan berlangsung pada Jumat (22/05/2026).
“Nanti
coba saya tanyakan langsung terkait persoalan ini kepada panitia pemilihan
BPKamp Desa Haloban,” ujar Camat singkat saat dimintai tanggapan mengenai
tudingan dugaan permainan DPT dan polemik verifikasi calon pada Rabu
(20/05/2026).
Namun,
di tengah persiapan pelaksanaan pemilihan tersebut, sorotan masyarakat justru
semakin tajam. Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan
mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam DPT
yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
“Selain
dua orang anggota sekretariat kecamatan, ada pula dua orang lagi PNS guru SMP
yang masuk dalam DPT. Sementara di antara calon BPKamp itu ada yang masih
adiknya dan ada juga pak uncu-nya,” ungkap warga tersebut saat dikonfirmasi
awak media, Kamis (21/05/2026).
Ia
menilai kondisi itu berpotensi mencederai netralitas dalam proses demokrasi
kampung dan memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap panitia pelaksana.
“Kami
berharap panitia mau meminta maaf dan memperbaiki kembali daftar DPT itu.
Seluruh ASN maupun PPPK seharusnya jangan diikutsertakan dalam memberikan hak
suara. Panitia juga harus benar-benar mengikuti aturan yang berlaku,” tegasnya.
Warga
juga meminta agar proses pemilihan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan
seluruh unsur masyarakat desa tanpa ada keberpihakan kepada kelompok tertentu.
“Artinya
seluruh unsur masyarakat yang memang berhak harus dilibatkan secara adil,
jangan ada kesan hanya kelompok tertentu saja yang diakomodir,” tambahnya.
Polemik
ini kini menjadi perhatian masyarakat luas karena dinilai menyangkut marwah
demokrasi tingkat kampung. Sejumlah pihak mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh
Singkil untuk tidak tinggal diam dan segera turun tangan memastikan pelaksanaan
pemilihan BPKamp Desa Haloban berjalan sesuai aturan, transparan, serta bebas
dari dugaan kolusi maupun nepotisme.
Hingga
berita ini diterbitkan, awak media masih terus berupaya menghubungi pihak
panitia pemilihan BPKamp Desa Haloban guna mendapatkan klarifikasi resmi
terkait tudingan yang berkembang di tengah masyarakat. (MP)


Posting Komentar
0Komentar