BARAKTIME.COM|LABUSEL –
Kemeriahan dan kekayaan tradisi menyelimuti Lapangan Kantor Camat Sungai Kanan,
Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Ribuan warga memadati area tersebut
untuk menyaksikan perhelatan akbar Festival Budaya Sungai Kanan yang
berlangsung selama dua hari, 30–31 Mei 2026.
Acara
ini digelar sebagai panggung utama untuk menjaga, merawat, dan memperkenalkan
warisan leluhur kepada generasi muda di tengah gempuran modernisasi. Berbagai
pertunjukan seni lokal yang sarat nilai sejarah ditampilkan apik oleh para
pelajar dan pegiat sanggar seni setempat.
Ketua Panitia, Faiz Akhwaji Siregar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme masyarakat yang hadir. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan ke depan.
“Sekitar
ribuan masyarakat hadir di lapangan
kantor camat ini sebagai bentuk antusiasnya mereka pada kegiatan ini” tegas
Faiz.
Dukungan penuh juga datang dari Camat Sungai Kanan, Yusran Hasian Harahap, S.E., M.M. Ia memuji kreativitas anak muda Sungai Kanan yang sukses menginisiasi event besar ini demi membangkitkan gairah masyarakat dalam merawat warisan leluhur.
"Saya
berharap event seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun melalui
kolaborasi antara masyarakat, generasi muda, dan pemerintah agar kecintaan
terhadap budaya lokal tidak sirna," ujar Yusran.
Senada dengan Camat, tokoh masyarakat setempat, Arifin Nasution, mengaku bangga karena festival ini menjadi yang pertama kalinya digelar di Kecamatan Sungai Kanan. Momen perdana ini sukses menjadi panggung unjuk kreasi tari daerah dan ritus lokal, seperti tortor dan onang-onang.
"Kami
berharap Kementerian Kebudayaan dapat memberikan perhatian khusus agar kegiatan
ini bisa menjadi agenda tahunan," ungkap Arifin.
Ruang Edukasi dan Penggerak Ekonomi
Selama
dua hari, festival ini diisi dengan berbagai agenda penting. Salah satunya
adalah seminar kebudayaan yang menghadirkan pegiat sejarah dan budaya Labusel
Wan Ades Iskandar Nasution, Ketua Karang Taruna Labusel Andi Syahputra
Nasution, serta tokoh muda Sungai Kanan Mustofa Rahman Harahap.
Pada acara puncak, prosesi adat manortor digelar sebagai media komunikasi sakral, bentuk penghormatan, sekaligus sarana penyampaian doa dan berkat.
M.
Reza Pahlevi Nasution selaku sekda yang hadir mewakili Bupati Labusel Fery Syahputra
Simatupang, menegaskan pentingnya menghidupkan kembali semangat gotong royong
melalui pelestarian tradisi. Menurutnya, kebudayaan lokal adalah warisan tak
ternilai yang harus dijaga demi masa depan generasi penerus.
Festival Budaya Sungai Kanan 2026 tidak hanya menjadi hiburan visual dan ruang edukasi publik, tetapi juga sukses menggerakkan roda ekonomi kreatif. Kehadiran stan-stan UMKM lokal yang menjajakan kuliner serta kerajinan khas daerah turut memeriahkan suasana.
Melalui festival ini, masyarakat diharapkan terus memupuk rasa bangga dan rasa memiliki terhadap kebudayaan asli daerah agar tetap lestari tak lekang oleh waktu. (Khoir Hsb)








Posting Komentar
0Komentar