Baraktime.com|Kotapinang– Halaman MTs.S Islamiyah disulap menjadi pusat perayaan budaya nusantara yang meriah selama 2 hari, dimulai hari Rabu dan berakhir pada Kamis (21/05/2026).
Ratusan siswa dan orangtua berpartisipasi aktif dalam kegiatan Market Day dan Pentas Karya siswa tahun Pelajaran 2025-2026 yang mengusung tema "Berkarya dengan Hati, Melestarikan Budaya Lokal".
Menurut Kepala MTs.S Islamiyah, Leli Mey Murni bahwa Kegiatan yang merupakan puncak tema P5 "Kearifan Lokal" ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta budaya sejak dini, sekaligus melatih jiwa kewirausahaan siswa secara nyata.
Kuliner Tradisional Jadi Primadona
Sejak pukul 08.00 WIB, puluhan stan bazar yang didekorasi dengan nuansa tradisional khas daerah sudah diserbu pengunjung yang terdiri dari orang tua, guru, dan murid. Tidak ada makanan modern instan; stan-stan tersebut menyajikan jajanan tradisional yang diolah langsung oleh siswa demi mempopulerkan jajanan tersebut di tengah-tengah masyarakat.
Para siswa tampak semangat dalam menjajakan jajanan kepada para tamu, karena momentun itu hahya terlaksana setahun sekalli.
Pentas Seni yang Menggugah
Di panggung utama, acara semakin meriah dengan penampilan seni budaya lokal. Para siswa menampilkan adat pernikahan dari berbagai etnis seperti batak toba, batak angkola, mandailing, padang, jawa dan melayu. Pentas karya siswa ini menjadi bukti kreativitas siswa dalam menginterpretasikan nilai-nilai luhur kearifan lokal dalam bentuk pertunjukan modern namun tetap berakar pada budaya tradisional.
Kepala MTs.S Islamiyah, Leli Mey Murni menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang jualan dan kreativitas siswa, namun merupakan implementasi Kurikulum Merdeka. "Kami ingin siswa paham dan bangga dengan budayanya sendiri. Market day mengajarkan mereka mandiri, jujur, dan berani, sementara pentas karya menanamkan nasionalisme," jelasnya.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengelola aktivitas jual beli, membuat keputusan, dan mengatasi tantangan yang muncul selama proses berjualan. Kegiatan ini berhasil mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, mandiri, dan cinta tanah air.
Acara ditutup doa oleh Ustad. Agus Dermawan dan dilanjutkan sesi foto bersama semua siswa, orangtua dan guru. (Red).


Posting Komentar
0Komentar