Baraktime.com|Pemalang
Rumah sakit seharusnya menjadi tempat di mana harapan dirawat, bukan dipatahkan. Namun, dugaan penolakan pasien di RSUD M. Ashari Pemalang baru-baru ini seolah menampar wajah pelayanan kesehatan publik kita. Insiden ini memicu gelombang keprihatinan: mengapa di fasilitas milik pemerintah, rakyat justru masih harus 'mengetuk pintu' yang terkunci?.
Pakar hukum
internasional, Sutan Nasomal, bereaksi keras atas karut-marut pelayanan
kesehatan ini. Baginya, pemerintah tidak boleh lagi sekadar
"menonton". Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto segera "turun
gunung" memberikan instruksi baja kepada seluruh gubernur, bupati, hingga
wali kota: pastikan RSUD melayani rakyat tanpa tapi, tanpa diskriminasi.
“Fasilitas negara tidak punya hak untuk menutup pintu bagi rakyatnya sendiri. Ini soal hak dasar, bukan sekadar urusan administrasi,” tegas Sutan saat konfrensi pers di kantornya, di Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Cijantung, Jakarta, Sabtu (11/4).
Kepala daerah diminta tidak menutup mata. Melalui Dinas Kesehatan, pengawasan ketat terhadap birokrasi rumah sakit menjadi harga mati agar pelayanan publik tidak tebang pilih. Sutan menyoroti kepiluan yang dialami Sisono, suami seorang guru di Pemalang, sebagai potret buruk yang harus segera dievaluasi total. Ia menegaskan: di hadapan layanan kesehatan, status sosial bukanlah penentu, melainkan hak asasi yang setara bagi setiap warga negara.
Tak hanya soal teguran, Sutan Nasomal juga mengusulkan
mekanisme reward melalui sistem
penghargaan bagi fasilitas kesehatan yang berprestasi. Apresiasi ini patut
diberikan oleh pemerintah daerah kepada RSUD, RS swasta, rumah bersalin, hingga
klinik yang sukses menunjukkan dedikasi pelayanan unggul.
“Pemerintah perlu memberikan piagam penghargaan sebagai simbol kehormatan bagi faskes dengan layanan terbaik. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan suntikan motivasi untuk memacu standar kualitas di seluruh sektor kesehatan,” ungkapnya selaku Pakar Hukum Internasional yang juga sebagai Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia dan Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS. (SN)


Posting Komentar
0Komentar