Baraktime.com|Taput
Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng bersama Dewi Sulastri Ningsih mewakili Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi membuka secara resmi Workshop Pemetaan Potensi Areal Konservasi pada Lanskap Batang Toru – Harangan Tapanuli yang dilaksanakan di Hotel Hineni, Tarutung, Rabu (8/4).
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan, apresiasi besar kerja sama dengan Kementerian Kehutanan. "Kami dukung inisiatif ini. Pemetaan ini bantu identifikasi aset alam berharga kita di Batang Toru," ujarnya.
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan, usulkan nama 'Harangan Tapanuli' untuk tingkatkan rasa memiliki masyarakat. 'Nama ini buat masyarakat Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah merasa lebih dekat dan peduli dengan hutan kita,' katanya. Ia juga dorong kampanye pelestarian kreatif, pakai simbol daerah dan maskot Orangutan Tapanuli untuk edukasi anak muda.
Wakil Bupati berharap workshop yang berlangsung pada 7-8 April ini menghasilkan data akurat yang dapat ditindaklanjuti dengan aksi lapangan oleh pimpinan perangkat daerah, camat, kepala desa, serta kelompok masyarakat dan NGO yang hadir.
Mewakili Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi, Dewi Sulastri Ningsih menekankan bahwa ekosistem Batang Toru atau Harangan Tapanuli merupakan habitat krusial bagi satwa prioritas, terutama Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis).
"Orangutan Tapanuli adalah spesies kera besar yang paling terancam punah di dunia. Mengingat lebih dari 50 persen ekosistem Batang Toru berada di wilayah Tapanuli Utara, ini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar bagi kita semua untuk menjaga kelestariannya," ujar Dewi dalam sambutannya.
Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Kehutanan ini merupakan upaya kolaboratif dalam mengidentifikasi dan menjaga kelestarian ekosistem di wilayah Tapanuli. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Balai KSDA Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, para pimpinan perangkat daerah, para Camat, Kepala Desa, serta perwakilan NGO lingkungan hidup. (NS)


Posting Komentar
0Komentar