Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan seperti ada di dalam surat Al Qadr. Umat Muslim berlomba-lomba untuk mendapatkannya.
Mendapatkan malam Lailatul Qadar dengan melakukan amalan-amalan, seperti sholat malam, membaca Al Quran, dan berzikir kepada Allah. Setelah melakukan amalan, kita pun dengan keyakinan akan mendapatkan malam Lailatul Qodar.
Namun bagaimanakah ciri-ciri orang yang
mendapatkan malam Lailatul Qadar?
Menurut Ustaz Abdul Somad, orang yang mendapat
malam lailatul Qadar mengalami perubahan perilaku menjadi lebih baik.
"Misalnya ada orang yang cerita, Ustaz, dulu bapak itu dulunya pelit,
setelah ramadhan dia jadi baik," kata Ustaz Abdul Somad.
Dalam buku 'Sukses Berburu Lailatul Qadar oleh
Muhammad Adam Hussein, S.Pd, M. QHI, disebutjan ciri-ciri orang yang
mendapatkan malam Lailatul Qadar yakni:
Pertama, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar
pada malam itu akan melihat seluruh benda dan makhluk di muka bumi ini bersujud
kepada Allah.
Kedua, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar itu
akan melihat semuanya terang-benderang walaupun suasananya di tengah malam.
Ketiga, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar
itu mendengar salam malaikat dan tutur katanya.
Keempat, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar
itu dikabulkan segala doanya.
Kelima, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar
bisa melalui mimpi dan melihat tanda seperti terlihat cahaya yang bersinar di
sekelilingnya.
Lalu bagaimana kisah orang-orang yang
mendapatkan malam Lailatul Qadar? Dalam buku yang sama dengan di atas, penulis
buku, Muhammad Adam Hussein, S.Pd, M. QHI, menceritakan saat dirinya
mendapatkan malam Lailatul Qadar:
1. Pada malam 27 Ramadhan 1432 H tahun 2011 di
malam itu seakan-akan kamar saya bergoyang. Setelah keluar kamar anehnya tidak
terjadi apa-apa. Kemudian saya masuk ke kamar lagi dan melanjutkan berdoa dan
berzikir. Anehnya kembali saya merasakan aneh seakan tergambar alam ghaib,
daerah kamar tersebut.
Kemudian saya berzikir istighfar dan berdoa
kembali. Setelah saya melewati godaan tersebut lenyap semua gambaran suasana
yang sempat mengherankan itu. Akhirnya berhasil doa saya waktu itu terkabul
pada Desember 2011 pertama kali buku saya diterbitkan. Mungkin itulah ciri
kedatangan malaikat yang sedang ingin mencatat doa saya pada Malam Lailatul
Qadar. Sehingga dipermudah dengan petunjuk dariNya misalnya proses dana
pencetakan mastercopy, proses penulisan, dan hal lainnya menjadi mudah buat
melewatinya.
2. Pada malam 29 Ramadhan 1433 H tahun 2012
kembali saya menemukan berkah malam Lailatul Qadar. Saya dari jam 11 malam
hingga jam 1 malam melakukan sholat di majelis di Majalengka.
3. Pada puasa Ramadhan 1434 H tahun 2013, saya
mendapatkan malam Lailatul Qadar lagi namun tidak semua doa dikabulkan.
4. Pada puasa Ramadhan 1435 H tahun 2014 saya
mendapatkan malam Lailatul Qadar.
sumber :
detik news


Posting Komentar
0Komentar