Baraktime.com|Labuhan Deli
Aktivitas penimbunan dan pengepul Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kembali menuai sorotan masyarakat.
Dari sebuah lokasi tepatnya di Jalan Beringin Raya, Pasar X, Dusun VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang didapati Gudang BBM yang diduga dikelola Charles.
Lokasi gudang yang berada persis di samping Masjid Al Muhajirin diduga menjadi tempat penampungan dan gepul utama BBM bersubsidi yang dikumpulkan secara mobil pelangsir.
Warga sekitar dan sejumlah jemaah Masjid merasa terganggu dikarenakan aktifitas gudang yang beroperasi disaat para Jemaah sedang menjalankan Ibadah Sholat akibat suara bising dari Knalpot mobil yang keluar masuk gudang tersebut.
"Kami resah dengan keberadaan gudang BBM disini, apalagi gudang nya berdekatan sama masjid, setiap mobil masuk kegudang suara knalpot nya bising dan Antrian masuk kegudang sangat mengganggu warga saat mau ke misjid beribadah ," ujar salah satu jemaah masjid Al-Muhajirin itu.
Sementara fakta dilapangan ditemukan saat tim media menelusuri dan memantau pergerakan mobil pelangsir di paya pasir stasiun Umum Jalan Besar marelan , Kecamatan Marelan, Senin (16/6/2026).
Dari keterangan salah seorang supir Pajero berwarna Putih yang mengaku bernama Agus mengatakan, BBM solar subsidi sebanyak 500 liter atau setengah ton dibawa untuk disetorkan ke lokasi tersebut.
"Mau disetor ke Gudang Charles Gonjrot bang, dulu gudang nya Tomas sama Dugong," ujar A singkat beberapa waktu yang lalu.
Mobil Mewah Dimodifikasi Gunakan Baby Tank
Dalam pengamatan, terlihat mobil jenis Pajero dan Innova yang dikendarai para pelangsir telah dimodifikasi khusus dengan menambahkan tangki tambahan atau sering disebut baby tank di bagian dalam kabin.
Kapasitas tangki rahasia ini disebut mampu menampung solar subsidi hingga setengah ton.
Agus juga mengaku menjual atau menyetorkan solar subsidi tersebut dengan harga Rp10.000 per liter. Dari harga tersebut, ia mengaku mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp600 untuk setiap liternya.
"Rp10.000 kita setor ke gudang, Bang. Aku dapat 600 per liternya," akunya kepada wartawan.
Diketahui solar subsidi yang ditampung di gudang Charles Gonjrot akan dijual dengan harga solar Industri.
Dugaan Pembiaran dan Keterlibatan Oknum
Sangat disayangkan, keberadaan Charles Cs ini dikabarkan sudah beroperasi dalam waktu 2 (Dua) pekan yang sebelumnya diketahui dikelola oleh Thomas dan Dugong belum ada mendapatkan tindakan dari aparat penegak hukum (APH).
Hal ini memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran bahkan keterlibatan oknum aparat penegak hukum.
Masyarakat menilai, kerugian negara akibat kebocoran solar subsidi ini seolah menjadi hal yang biasa.
Beredar isu adanya aliran dana atau setoran tertentu yang membuat lokasi ini aman dari razia, sehingga operasi mafia BBM terus berjalan leluasa di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.
Terpisah, Polres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi,Sik,MH,CPHR, ketika dikonfirmasi terkait adanya dugaan penimbunan BBM Subsidi di Pasar 10 Desa Manunggal tersebut, belum bisa dihubungi Melalui WhatsApp mestipun berdering.
"Tim Awak Media sudah beri infonya, mestipun belum tindaklanjuti," belum Ada jawaban. (Rafli)


Posting Komentar
0Komentar