Baraktime.com|Aceh Singkil
Pernyataan pihak perusahaan perkebunan PT Nafasindo kembali menuai respons keras dari kalangan pemuda dan masyarakat. Salah satunya datang dari Syafnil Pohan, yang dikenal sebagai pemuda pemerhati Kabupaten Aceh Singkil.
Dalam keterangannya, Syafnil menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh terus bersikap pasif terhadap persoalan lahan yang diduga telah “diinklap” oleh perusahaan tersebut.
“Kami ingatkan kepada Bupati Aceh Singkil, sampai kapan pemerintah daerah tidak mengambil langkah tegas terhadap persoalan tanah yang dikuasai oleh PT Nafasindo? Ini bukan persoalan baru, tapi terus dibiarkan berlarut-larut,” ucapnya dalam release perssnya kepada awak media ini Jumat (02/04/2026).
Ia menilai, sikap diam pemerintah hanya akan memperkeruh keadaan dan berpotensi memicu konflik berkepanjangan di tengah masyarakat. Di sisi lain, aktivitas perusahaan masih terus berjalan tanpa kejelasan penyelesaian atas sengketa yang ada.
“Perusahaan tetap beroperasi, terus mengambil hasil dari tanah Aceh Singkil. Namun rakyat tidak merasakan keadilan yang seharusnya mereka dapatkan. Ini jelas ketimpangan yang tidak bisa lagi ditoleransi,” tegasnya.
Syafnil juga menyoroti adanya ratusan hektar lahan di belakang desa masyarakat yang hingga kini masih dikelola, padahal menurut informasi yang berkembang, lahan tersebut telah dilepas oleh pihak perusahaan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar sekaligus keresahan di tengah masyarakat.
“Apakah ini akan terus dibiarkan? Apakah masyarakat harus terus dibohongi? Di mana lagi masyarakat harus menaruh kepercayaan, jika hak-hak mereka tidak dipenuhi?” ujarnya dengan nada kecewa.
Lebih jauh, ia menilai bahwa pemerintah daerah saat ini gagal dalam memenuhi hak dasar masyarakat, khususnya dalam penyelesaian konflik agraria yang telah berlangsung lama.
Di akhir pernyataannya, Syafnil menyampaikan sindiran keras kepada para pemangku kebijakan.
“Kami titipkan salam kepada para pejabat yang duduk nyaman di kursi empuk dan ruangan ber-AC. Dengarkan suara rakyat, karena kesabaran masyarakat ada batasnya,” tutupnya.
Hungga berita ini diterbitkan belum ada keterngan resmi dsri pihak Pemkab Aceh Singkil terkait polemik di tengah - masyarakat persoalan PT Nafasindo ini. (MP)


Posting Komentar
0Komentar