BARAKTIMRE.COM|JAKARTA — Pakar Hukum
dan Ekonomi, Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal, S.H., M.H., meminta Presiden Prabowo
Subianto untuk mengawal ketat reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia
(Polri). Menurutnya, reformasi Polri jangan hanya menjadi slogan teori,
melainkan harus menyentuh perubahan kultural secara nyata.
"Masyarakat
ingin reformasi yang konkret, bukan sekadar kosmetik. Perubahan ini harus
mengikis habis praktik korupsi maupun jual beli kasus yang selama ini merugikan
kepastian hukum," ujar Sutan saat dihubungi oleh awak media, Jumat (19/6/2026).
Sutan
menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan melalui gaji yang layak bagi
personel Polri. Langkah ini dinilai krusial agar tidak ada lagi oknum yang
menyalahgunakan jabatan atau hukum demi materi. Ia juga menyoroti lambatnya
penanganan aduan masyarakat yang sering kali memakan waktu berbulan-bulan bahkan
tahunan.
Selain
reformasi hukum, Sutan mengusulkan adanya kebijakan evaluasi kerja yang
disesuaikan dengan kondisi fisik personel senior demi menjaga efektivitas tugas
di lapangan. Di sisi lain, ia juga menuntut skema kenaikan pangkat yang
transparan serta perluasan program beasiswa pendidikan (S1 hingga S3) bagi
anggota Polri di setiap provinsi.
"Kesejahteraan
dasar seperti kepemilikan rumah dengan cicilan murah juga harus diperhatikan.
Jangan sampai anggota Polri kesulitan hunian hingga masa pensiunnya tiba,"
tambahnya.
Terakhir, Sutan mengingatkan Polri
untuk transparan dalam menuntaskan kasus pelanggaran HAM dan kode etik internal
demi menjaga nama baik institusi di mata publik. (SN).


Posting Komentar
0Komentar