Baraktime.com|Aceh Singkil –
Polemik pemilihan anggota BPKamp Desa
Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, terus bergulir
dan kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya mencuat dugaan permainan
Daftar Pemilih Tetap (DPT), lolosnya calon anggota BPKamp yang disebut telah
mengundurkan diri, hingga indikasi nepotisme dalam tahapan verifikasi, publik
kini menanti sikap tegas dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK)
Aceh Singkil.
Sorotan tajam tersebut muncul sebagai tindak lanjut dari dua
pemberitaan sebelumnya berjudul “Calon BPKamp Mundur Usai Lolos Verifikasi:
Dugaan Permainan DPT di Haloban PBB Mulai Terbongkar” dan “Polemik Pemilihan
BPKamp Haloban Memanas, Dugaan Permainan DPT dan Nepotisme Kian Terbuka”.
Sejumlah
masyarakat menilai polemik ini tidak lagi bisa dianggap persoalan biasa, sebab
menyangkut integritas demokrasi kampung serta kepercayaan publik terhadap
proses pemilihan lembaga representatif masyarakat desa.
Dalam upaya melakukan konfirmasi lanjutan dan meminta klarifikasi resmi pemerintah daerah, awak media menghubungi Kepala Dinas DPMK Aceh Singkil, Riky Yodiska, melalui sambungan WhatsApp terkait berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Riky Yodiska menyampaikan bahwa
pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kecamatan Pulau Banyak Barat serta
Panitia Pemilihan BPKamp Haloban terkait persoalan data pemilih melalui
keterwakilan wilayah yang terdiri dari 10 unsur.
“Kita
sudah konfirmasi dengan pihak Kecamatan Pulau Banyak Barat dan Panitia
Pemilihan BPKamp Haloban terkait permasalahan data pemilih anggota BPKamp
melalui keterwakilan wilayah yang terdiri dari 10 unsur. Berdasarkan laporan
panitia yang kita terima, data pemilih keterwakilan dusun tersebut diperoleh
panitia dari masing-masing kepala dusun sesuai permintaan panitia pemilihan
anggota BPKamp Haloban secara tertulis. Berdasarkan data itulah panitia
menetapkan data pemilih anggota BPKamp,” ujarnya, Kamis (21/05/2026).


Posting Komentar
0Komentar