BARAKTIME|PALUTA
– Gabungan Kelompok Perjuangan Tani
Sejahtera (GAKOPTAS) Desa Ujung Gading Julu, Kecamatan Simangambat, Kabupaten
Padang Lawas Utara (Paluta) menggelar rapat koordinasi daring pada Senin
(13/7/2026) pukul 14.00 WIB. Rapat strategis ini menghadirkan Anggota DPD RI
(Senator) Pdt. Penrad Siagian, perwakilan Walhi Sumatera Utara Syahrul,
perwakilan Sawit Watch Ari dan Putri, serta Kepala Desa Ujung Gading Julu
Parubahan Hasibuan.
Kepala
Desa Ujung Gading Julu, Parubahan Hasibuan, mengungkapkan bahwa pihak Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Paluta menunjukkan komitmen kuat. Saat ini, dokumen peta
desa dan tindak lanjut Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) telah diteruskan ke
tingkat Provinsi Sumatera Utara untuk mempercepat penyelesaian.
"Kami
sudah dua kali dipanggil rapat. Pemkab Paluta bergerak cepat meneruskan berkas
ini ke provinsi agar bisa segera ditindaklanjuti," ujar Parubahan.
Dukungan
positif dari pemerintah daerah juga diamini oleh Perwakilan Walhi Sumut,
Syahrul. Menurutnya, respons cepat Bupati Paluta ini merupakan dampak positif
dari agenda reses yang sebelumnya dilakukan oleh Senator Penrad Siagian ke
wilayah tersebut.
Jadi
Pilot
Project Daerah dan Tembus ke Tingkat Pusat
Dalam
pemaparannya, Senator Pdt. Penrad Siagian menegaskan bahwa Pemkab Paluta akan
menjadikan penanganan kasus sengketa lahan di Desa Ujung Gading Julu ini
sebagai proyek percontohan (pilot project) dalam penyelesaian masalah
pertanahan.
Lebih
lanjut, Penrad menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan lobi intensif di
tingkat regional hingga pusat untuk mengawal hak-hak masyarakat tani.
“Saya
sudah berdiskusi dengan Wakil Gubernur Sumut, H. Surya, agar rekomendasi GTRA
ini dipercepat dan segera disampaikan ke kementerian terkait. Saya juga telah
menemui Wamen ATR/BPN, dan mereka siap membantu percepatan rekomendasi Tanah
Objek Reforma Agraria (TORA) untuk Desa Ujung Gading Julu," jelas Penrad.
Ia
meminta Kepala Desa untuk tetap aktif membangun koordinasi di tingkat daerah
bersama Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda) Paluta.
Tidak
hanya masalah Tora, Penrad juga membawa angin segar terkait program Perhutanan
Sosial (PS). Ia mengaku telah menemui Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan
untuk membahas pelepasan lahan masyarakat dari klaim PT Agrinas.
“Pihak
Kementerian Kehutanan pada prinsipnya siap membantu. Bulan depan, saya
dijadwalkan turun langsung ke Paluta untuk membahas percepatan proses Tora dan
Perhutanan Sosial ini bersama Pemkab,” tambahnya.
Harapan
Besar Masyarakat
Meskipun
berlangsung secara daring, diskusi berjalan dinamis dan menghasilkan sejumlah
poin taktis untuk mengawal perjuangan panjang masyarakat Desa Ujung Gading
Julu.
Ketua
Gakoptas Desa Ujung Gading Julu, Imam Syahraini Siregar, yang akrab disapa
Inal, didampingi Gindo Dasopang dan Nasaruddin Dasopang serta pengurus berharap
kolaborasi lintas sektor ini bisa segera membuahkan hasil manis bagi masyarakat
yang sudah bertahun-tahun memperjuangkan hak atas tanah mereka.
“Semoga
perjuangan panjang ini segera berakhir dan kemenangan berada di tangan
masyarakat. Pernyataan Senator tadi membuktikan bahwa proses Tora maupun
Perhutanan Sosial terus berjalan di jalur yang benar. Tugas kita sekarang
adalah memperketat pengawalan agar prosesnya tuntas,” tegas Inal menutup
melesatnya optimisme warga. (Red)


Posting Komentar
0Komentar