Menghidupkan Jejak Leluhur: Mahasiswa KKN USK Dalami Rapai Kaoy di Bireuen

Media Barak Time.com
By -
0

 



BARAKTIME|BIREUEN – Suara tabuhan Rapai Kaoy kembali menggema di Gampong Meunasah Dayah, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen. Momentum ini menandai bangkitnya salah satu warisan budaya Aceh yang telah diwariskan secara turun-temurun selama kurang lebih 150 tahun.


Bagi masyarakat setempat, Rapai Kaoy bukan sekadar kesenian tradisional. Sejak dahulu, kesenian ini dimainkan dalam berbagai momentum penting. Terutama saat masyarakat menunaikan atau melepas nazar (kaoy) sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.


Selain itu, Rapai Kaoy juga dimainkan untuk memanjatkan doa memohon perlindungan dari hama persawahan agar hasil panen masyarakat tetap terjaga.


Kesenian ini memiliki nilai spiritualitas dan religiusitas yang kuat. Setiap irama tabuhan dipadukan dengan lantunan selawat kepada Rasulullah SAW serta pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Perpaduan tersebut menjadikan Rapai Kaoy tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga media dakwah dan syiar Islam yang mengakar kuat di Aceh.


Kembalinya Rapai Kaoy di Tanah Syuhada ini digerakkan bersama oleh mahasiswa KKN Reguler Kelompok 192 Universitas Syiah Kuala (USK). Kehadiran mereka menjadi pemantik penting untuk memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur.


Aanda, Ketua Kelompok KKN 192 USK sekaligus anggota Grup Rapai Syuhada, mengatakan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar menjaga tradisi ini agar tidak hilang ditelan zaman.


“Rapai Kaoy bukan sekadar seni tabuh, tetapi warisan leluhur yang mengandung nilai sejarah, keislaman, dan kebersamaan. Kami berharap generasi muda terus mencintai, mempelajari, dan melestarikan tradisi ini agar tetap hidup,” ujar Aanda.


Masyarakat berharap Rapai Kaoy terus mendapatkan ruang dalam berbagai kegiatan adat, keagamaan, dan kebudayaan. Dengan begitu, keberadaannya tidak hanya menjadi simbol masa lalu, tetapi juga bagian dari kehidupan masa kini dan masa depan.


Pelestarian Rapai Kaoy merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan dari masyarakat, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan pelaku seni diharapkan mampu menjaga eksistensi kesenian tradisional ini sebagai salah satu identitas budaya Kabupaten Bireuen dan Provinsi Aceh. (MP)


Kontak Media:
Grup Rapai Syuhada / KKN 192 USK
Gampong Meunasah Dayah, Kecamatan Jeunieb
Kabupaten Bireuen, Aceh

 

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)