Kembalinya sang kader

Media Barak Time.com
By -
0


 

 

 

 

 

 

 

 



Kembalinya Sang Kader

Oleh: H. Mulkan Darajat Silaen, S.Pd.I., M.A.
(Dosen UNIVA Labuhanbatu / Sekretaris PD Al Washliyah Labuhanbatu Selatan)
Email:
mulkandarajat24@gmail.com

 

Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah 2026 di Pondok Gede, Jakarta Timur, telah menorehkan sejarah baru. Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, S.Ag., M.A. resmi diamanahi tanggung jawab besar sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Al Washliyah. Bagi saya, dan bagi tanah kelahiran kami, momentum ini bukan sekadar pergantian struktur organisasi, melainkan sebuah peristiwa emosional: kembalinya sang kader terbaik ke rahim organisasi yang membesarkannya.

 

Jejak Kecerdasan dari Stasiun Gunting Saga

Prof. Herlambang adalah putra asli kelahiran Gunting Saga, 22 Oktober 1973. Beliau tumbuh dalam kultur pendidikan Al Washliyah yang kental. Perjalanan intelektualnya dimulai di SD Al Washliyah Gunting Saga (1981–1986). Sebagai tetangga dekat di Stasiun Gunting Saga PU, saya tumbuh dengan cerita-cerita inspiratif tentang sosok beliau.

Ayahanda saya, almarhum H. Ahmad Idris Silaen, dan ibunda, almarhumah Hj. Halimah—yang keduanya merupakan guru beliau di SD Al Washliyah—sering menjadikan Herlambang sebagai teladan bagi kami, anak-anaknya. Di mata para guru dan masyarakat, Herlambang kecil adalah murid yang cerdas, berprestasi, ulet, gigih, sangat menghormati orang tua, namun tetap tampil bersahaja.

Tak hanya unggul di bidang akademik, Herlambang remaja juga memikat hati masyarakat melalui seni. Lantunan suaranya saat membaca Al-Qur'an, barzanji, dan marhaban selalu membuat siapa pun yang mendengar terkesima. Bakat dan keaktifan ini terus berkembang saat beliau menempuh pendidikan di MTs Al Washliyah Gunting Saga (1986–1989).

Di tingkat MTs, kiprahnya semakin diakui oleh tokoh-tokoh pendiri Al Washliyah Gunting Saga, termasuk almarhum Atok Dewa, almarhum Atok Mu'allim Somad, almarhumah Ibunda Hj. Ummi Kalsum, serta ayah kandung beliau sendiri, Bapak H. Amir Hasan Munthe yang merupakan seorang guru dan mantan Kepala Sekolah MTs Al Washliyah Gunting Saga. Berdasarkan penuturan kakak sulung saya (Dra. Nurmajiah), kakak tertua Prof. Herlambang (Uong Uwik Surita), dan abang kedua saya (M. Iqbal), Prof. Herlambang muda dikenal sangat aktif membina anak-anak dan remaja di Mushalla Al Falah Stasiun Gunting Saga PU.

 

 

Menempa Diri di Pesantren hingga Menjadi Guru Besar

Pendidikan Prof. Herlambang berlanjut ke Madrasah Aliyah Ponpes Modern Darul Arafah, Medan (1989–1993). Di sana, beliau menjadi figur sentral yang mendunia lewat perannya membina Jam'iyyatul Qurra' serta membimbing bagian bahasa Arab dan bahasa Inggris. Setelah lulus, beliau sempat mengabdi di Pesantren Misbahul Ulum Paloh, Lhokseumawe, Aceh Utara, sembari berkuliah di Universitas Malikussaleh.

Panggilan jiwa membawanya merantau ke Ibu Kota. Beliau melanjutkan studi S1 Jurusan Bahasa Arab di IAIN (kini UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus pada tahun 1999. Di kampus yang sama, beliau menyelesaikan program S2 Magister Tafsir Hadis (lulus 2004) dan S3 Doktor Tafsir Hadis (lulus 2017). Karir akademiknya melesat hingga dipercaya menjabat sebagai Wakil Rektor II IAIN Pontianak (2018–2022 dan 2022–2026) sebelum akhirnya dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) dalam bidang Ilmu Tafsir. Sejak tahun 2025, beliau kembali menetap di Jakarta dan berdinas di UIN Syarif Hidayatullah.

 

Mentor, Kakak, dan Teladan Hidup

Bagi saya pribadi, Prof. Herlambang adalah magnet kehidupan. Cerita-cerita almarhum ayah saya tentang kepiawaian beliau menjadi alasan kuat mengapa saya memilih melanjutkan kuliah ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta setelah lulus dari Ponpes Modern Darul Arafah pada tahun 2004. Kami berjalan di atas rel alumni yang sama.

Saat saya tiba di Jakarta tahun 2004, Prof. Herlambang menyambut saya dengan tangan terbuka. Saya menetap di rumah beliau selama kurang lebih tiga setengah tahun. Kehangatan yang beliau berikan membuat saya merasa bukan lagi sekadar orang sekampung, melainkan seperti saudara kandung.

Beliau adalah mentor terbaik saya. Prof. Herlambang-lah yang mengenalkan dan menerjunkan saya langsung ke dunia dakwah ibu kota. Beliau mengajarkan saya cara mendirikan sekolah dari nol, hingga mendidik saya mengelola travel haji dan umrah. Terlalu banyak kenangan indah dan ilmu yang beliau wariskan. Insya Allah, sebagai adik junior, saya berkomitmen untuk meneruskan sepak terjang beliau di bidang akademis, dakwah, dan organisasi.

 

 

Harapan untuk PB Al Washliyah

Nama Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, S.Ag., M.A. kini telah dikenal di seluruh negeri. Pengalaman hidupnya sangat kaya; berpindah dari Jakarta, Malang, Balikpapan, hingga memulai karir dosen di Pontianak, Kalimantan Barat. Pengalaman internasionalnya pun mumpuni, mulai dari Arab Saudi hingga melakukan riset akademik di Universitas Ez-Zitouna, Tunisia, Afrika Utara.

Sejarah hari ini mencatat bahwa seorang anak guru dari kampung kecil di Stasiun Gunting Saga PU, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kini menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Jenderal PB Al Washliyah.

Sebagai adik, saya senantiasa mendoakan semoga Abanganda Prof. Herlambang mampu mendampingi Ketua Umum terpilih, Yang Terhormat Dr. KH. Masyhuril Khamis, MM, dalam menakhodai dan menghantarkan Al Jam’iyatul Washliyah menuju fase kemajuan yang gemilang. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.

 



Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)