BARAKTIME|KOTAPINANG – Kecelakaan maut yang diduga akibat rem blong truk
ekspedisi pada Sabtu malam (4/7/2026) menyisakan duka mendalam bagi warga
Kotapinang, Labuhanbatu Selatan. Peristiwa tragis yang terus berulang ini
menelan 13 korban, dengan rincian dua orang meninggal dunia dan 11 lainnya
mengalami luka-luka.
Dokter
umum RSU Kotapinang, dr. Ade Fatmawati, mengonfirmasi bahwa pihak rumah sakit
menerima 13 korban pada malam kejadian.
"Kondisinya
dua orang dewasa meninggal dunia. Sebanyak tiga orang mengalami luka berat dan
sudah dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai. Sementara tiga orang luka
sedang, dan lima orang luka ringan sudah diperbolehkan pulang," ujar dr.
Ade saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).
Ia
menambahkan, rata-rata pasien yang ditangani mengalami luka robek di bagian
kepala dan sempat mendapatkan perawatan intensif.
Warga
Tuntut Pengalihan Arus Kendaraan Besar
Seringnya
kecelakaan akibat rem blong di jalur tersebut memicu reaksi keras dari
masyarakat setempat. Warga menilai pemerintah daerah lambat dalam mencari
solusi jangka panjang untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Seorang warga Kotapinang, H. Ilham Siregar, meminta dengan tegas kepada Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan dan pihak kepolisian untuk segera
mengalihkan jalur truk dan bus besar.
“Kami
meminta Pemkab Labusel dan pihak kepolisian agar mengalihkan truk dan bus besar
melalui jalan lingkar (jalan baru), tidak lagi melalui Jalan Jenderal Sudirman.
Kalau bisa, kebijakan ini diterapkan hari ini juga,” tegas Ilham di lokasi
evakuasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan saat proses evakuasi truk, personel Satlantas Polres Labusel tampak sibuk mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar. Namun, hingga evakuasi selesai, tidak terlihat kehadiran personel Dinas Perhubungan (Dishub) Labuhanbatu Selatan di lokasi untuk membantu mengurai kemacetan.
Hingga
berita ini diturunkan, pihak Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan belum
memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti maupun kronologi detail dari
kecelakaan maut tersebut. (Red)


Posting Komentar
0Komentar