Oleh : Wan Ades Iskandar Nasution
(Ketua KJSWIB Labusel)
Pada masa itu Kesultanan Kotapinang di bawah
kepemimpinan Yang dipertuan Makmur Perkasa Alamsyah atau disebut juga Sultan
Mustafa II dan bersinggasana di istana Bahren. Kesultanan Kotapinang merupakan
salah satu kesultanan yang besar di wilayah Sumatera Timur dan tidakl pernah
tunduk ke Siak. Sultan Mustafa II dalam kehidupan bermasyarakat sangat
memperhatikan masyarakatnya. Baik di sektor perkebunan, sosial , budaya dan
keagamaan.
Hal itu dapat dilihat dari responnya terhadap
pembukaan kampung di wilayah kesultanan Kotapinang. Beliau akan tetap mendorong
siapapun yang ingin membuka sebuah perkampungan demi kesejahteraan masyarakat.
Saat Sulaiman Pulungan dan beberapa warganya menghadap Sultan Kotapinang untuk memohon agar kiranya perkampungan yang telah mereka buka dapat di tabalkan dan dikukuhkan menjadi sebuah huta atau kampung, ternyata di responpositif oleh Sang Sultan.
“Mohon ampun tuan sri paduka yang dipertuan makmur perkasa alamsyah, kedatangan beta ingin mengajukan permohonan, kiranya dengan kerendahan hati tuanku dapat menabalkan perkampungan kami,” pinta Sulaiman Pulungan saat menghadap Sultan Mustafa II di istananya.
“Apalah yang menjadi ciri khas yang ada di
perkampungan itu” tanya Sultan pada Sulaiman Pulungan.
“Ampun Tuanku, terkait
ciri khas yang ada di kampung itu, disana ada sebuah pohon asam jawa
yang sangat besar yang berada di pinggir sungai barumun. Sebab tidak ada pohon
yang besarnya seperti pohon asam jawa itu di lokasi perkampungan yang telah kami buka” jawab Sulaiman Pulungan.
“ hmmm.....kalau begitu huta kalian itu saya tabalkan
menjadi Huta Asam Jawa, mengingat disana ada pohon
Asam Jawa yang besar. Ini menjadi pertanda baik bagi kesinambungan kampung itu
di masa mendatang” ujar Sultan di hadapan Sulaiman Pulungan.
“TerimakasihTuanku yang telah menabalkan
nama kampung kami, kiranya keikhlasan tuanku dalam menabalkan nama kampung kami
dapat menjadi berkah” ujar Sulaiman.
Setelah mendapatkan penabalan nama huta Asam Jawa,
Sulaiman Pulungan dan beberapa orang warga kembali kekampung untuk menyampaikan
berita gembira itu dihadapan warganya.Sebab keinginan mereka atas penabalan
itu direspon dengan baik oleh Sultan Mustafa II.
Sesampainya di kampung, Sulaiman Pulungan mengumpulkan
seluruh warga yang terdiri dari kahanggi, anak boru dan mora untuk menyampaikan
titah Sultan.
“Setelah menghadap Sultan Kotapinang tadi, Perkampungan ini telah resmi di tabalkan dengan nama Huta Asam Jawa. Semoga Kampung kita ini menjadi kampung yang maju dan berkembang”Jelasnya.
Mendengar itu, warga kampung merasa senang dan bangga, karena nama kampung langsung di tabalkan Sultan Kotapinang.
“Jadi apa rencana kita selanjutnya”
usul seorang warga.
“Kalau begitu sudah selayaknyalah kita membuat
syukuran atas penabalan nama Huta Asam Jawa ini” kata Sulaiman Pulungan.
“Apa yang menjadi saran tuan
itu sudah selayaknya kita dukung, demi keberkahan kampung ini” ujar yang lain.
Tidak berselang lama, di Huta Asam Jawa diadakanlah
pesta syukuran atau kenduri atas penabalan nama kampung itu. Tampak suasana penuh suka cita atas penabalan Huta
Asam Jawa dengan pesta kenduri
besar-besaran.
Semua warga bergotong royong
untuk mewujudkan acara syukuran itu, dengan membagi kerja sesuai dengan kemampuan
dan posisinya dalam strata masyarakat yang ada di kampung itu.
Kegembiraan warga terpancar dari
raut wajah mereka, seakan mendapat anugrah yang tiada terkira atas penabalan nama
kampung mereka. (Bersambung..............)
Sumber :
1. Wawancara
dengan Pj. Kepala Desa Asam Jawa, Hendra Kusbandi, ST, pada Kamis, 3 Juli 2025.
2. Wawancara dengan
H, Samsul Bahri Hasibuan, pada Selasa, tanggal 15 Juli 2025
3. Wawancara
dengan H. Dahlan Harahap pada Kamis, 17 Juli 2025
4. Wawancara
dengan H. Pahlon Pulungan, pada Rabu, tanggal 30 Juli 2025.


Posting Komentar
0Komentar