Oleh : Wan Ades Iskandar Nasution
(Ketua KJSWIB Labusel)
Kemudian mereka memulai perencanaan untuk membuka
kampung itu dengan melakukan penebangan pohon-pohon yang besar untuk dijadikan
bahan membuat rumah mereka.Kehidupan gotong royong sudah terlihat
kala itu, dengan kebersamaan mereka dapat mewujudkan impian mereka akan sebuah perkampungan.
Rutinitas itu mereka lakukan tanpa mengenal kata menyerah, karena setiap peluh
yang mengalir akan menghasilkan sesuatu yang membahagiakan yakni terbentuknya
sebuah perkampungan.
Setelah beberapa lama, kehidupan di kampung belimbing
sudah menunjukkan kehidupan layaknya sebuah perkampungan, walaupun belum di
huni banyak manusia. Akan tetapi, adat isitiadat dalam mengelola kampung sudah
di terapkan agar dalam berinteraksi dengan sesamanya dapat terjalin dengan baik
dan harmonis.
Suatu waktu, anak dari Malin Kuning Pulungan yaitu
Sulaiman Pulungan mengusulkan kepada ayahandanya untuk membuka ladang di daerah
lain yang tidak jauh dari tempat mereka. Sulaiman bermaksud untuk
membuka areal perladangan yang nantinya dapat dijadikan sebagai tempat bercocok
tanam. Sebab hasil pantauannya saat menyisiri jalan setapak melalui pinggir
sungai Barumun, terlintas dalam benaknya untuk membuka wilayah itu menjadi
perkampungan baru. Keinginannya itu bukan tanpa sebab, karena di dekat
perencanaannya membangun areal perladangan itu terdapat sungai yang begitu
besar dan luas. Itu menjadi dasar utama dalam membangun areal perladangan, karena dekat dengan sumber
air.
“Ayahanda, ada baiknya ananda membuka
ladang di tepi sungai yang tidak jauh dari kampung kita ini” usul Sulaiman pada
ayahnya.
“Bagaimana kau lihat kondisi daerahnya, apakah cocok
untuk perladangan” tanya Malin pada anaknya.
“Kalau Ananda lihat sangat
bagus ayahanda, apalagi lokasinya dekat dengan sungai, tentunya untuk kebutuhan
air bagi kehidupan kita tidak akan habis.” jelasnya.
“Kalau begitu berangkatlah besok, ajak beberapa orang
untuk melakukan penelusuran, mana tahu daerah itu
bisa membuat kita lebih berkembang” ujar ayahnya.
Keesokan harinya, sesuai petunjuk Malin Kuning
Pulungan, sang anak berangkat bersama beberapa orang untuk melihat kondisi
alamnya. Sesampai di pinggiran Sungai Barumun mereka melihat peluang besar
untuk memulai penghidupan baru dengan bercocok tanam, sebab sangat dekat dengan
sungai.
“Pohon apa yang besar itu ya,” tanya salah seorang
yang ikut dalam rombongan itu.
“Kalau dilihat dari pohonnya yang besar dan buahnya
yang asam, sepertinya ini pohon asam jawa” jawab Sulaiman saat mendekati pohon
besar itu.
“Apakahtidakberbahayajikakitamembukaperladangandisini”
celetuk yang lain.
“Kenapa harus takut, kita kan
berniat baik. Apalagi tujuan kita untuk mencari penghidupan dengan bercocok
tanam disini dan membuka perkampungan. Saya pikir tidak masalah dan jangan
terlalu di risaukan” ujar Sulaiman memberikan pengertian kepada warga yang ikut
dalam rombongannya.
Sulaiman mengajak warga yang
ikut untuk menelusuri hutan itu, tentunya tentang kelayakan daerah itu
dijadikan lahan perladangan dan perkampungan.
“Kalau menurutku, daerah ini
cukup asri dan nyaman, apalagi kalau kita jadikan perkampungan, bagaimana menurut
tuan” ujar yang lain pada Sulaiman.
“Saya sependapat denganmu,
tidak salah kalau kita mencoba peruntungan disini. Semoga dengan kita bukanya
hutan ini menjadi tempat pemukiman dan perladangan, dimasa depan bisa
berkembang” ujar Sulaiman.
Setelah beberapa lamanya
mereka mengitari hutan itu, akhirnya mereka Kembali kedusun Balimbing untuk
menyampaikan informasi itu kepada Malin Kuning Pulungan.
Setelah melalui musyawarah dengan Malin Kuning
Pulungan, akhirnya mereka bersepakat untuk membuka kampung baru di dekat sungai
Barumun yang mereka yakini dapat membuat mereka lebih berkembang. Sebagai
kepala rombongan saat itu di tunjuklah Sulaiman Pulungan, karena sang ayah
sudah tua dan tidak sanggup lagi untuk bekerja terlalu berat.
“Ayah pikir, kaulah yang tepat
untuk memimpin pembukaan lahan perladangan dan perkampungan yang baru itu,
wahai Ananda” kata Malin Kuning pada Sulaiman.
“Baik Ayahanda,”
“Ajak beberapa warga untuk
bergotong royong kesana agar wilayah itu dapat segera dikelola menjadi
perladangan” perintah Malin Kuning.
“Baik Ayahanda, Ananda
akanbekerjasakeras Bersama warga untuk mewujudkan apa yang menjadi impian kita
yakni membangun sebuah perkampungan baru” ujar Sulaiman.
“Tidak ada usaha yang sia-sia
jika kita tekun dan istiqomah dalam melakukannya. Saya yakin perkampungan itu
nantinya akan berkembang pesat. Apalagi dekat dengan sumber air, pastilah
menjadi perhatian orang” nasehat Malin Kuning.
Sumber :
1. Wawancara
dengan Pj. Kepala Desa Asam Jawa, Hendra Kusbandi, ST, pada Kamis, 3 Juli 2025.
2. Wawancara
dengan H, Samsul Bahri Hasibuan, pada Selasa, tanggal 15 Juli 2025
3. Wawancara dengan
H. Dahlan Harahap pada Kamis, 17 Juli 2025
4. Wawancara
dengan H. Pahlon Pulungan, pada Rabu, tanggal 30 Juli 2025.
(Bersambung)


Posting Komentar
0Komentar