SEJARAH DESA ASAM JAWA (II)

Media Barak Time.com
By -
0

 



Oleh : Wan Ades Iskandar Nasution

(Ketua KJSWIB Labusel)


Kemudian mereka memulai perencanaan untuk membuka kampung itu dengan melakukan penebangan pohon-pohon yang besar untuk dijadikan bahan membuat rumah mereka.Kehidupan gotong royong sudah terlihat kala itu, dengan kebersamaan mereka dapat mewujudkan impian mereka akan sebuah perkampungan. Rutinitas itu mereka lakukan tanpa mengenal kata menyerah, karena setiap peluh yang mengalir akan menghasilkan sesuatu yang membahagiakan yakni terbentuknya sebuah perkampungan.

Setelah beberapa lama, kehidupan di kampung belimbing sudah menunjukkan kehidupan layaknya sebuah perkampungan, walaupun belum di huni banyak manusia. Akan tetapi, adat isitiadat dalam mengelola kampung sudah di terapkan agar dalam berinteraksi dengan sesamanya dapat terjalin dengan baik dan harmonis.

Suatu waktu, anak dari Malin Kuning Pulungan yaitu Sulaiman Pulungan mengusulkan kepada ayahandanya untuk membuka ladang di daerah lain yang tidak jauh dari tempat mereka. Sulaiman bermaksud untuk membuka areal perladangan yang nantinya dapat dijadikan sebagai tempat bercocok tanam. Sebab hasil pantauannya saat menyisiri jalan setapak melalui pinggir sungai Barumun, terlintas dalam benaknya untuk membuka wilayah itu menjadi perkampungan baru. Keinginannya itu bukan tanpa sebab, karena di dekat perencanaannya membangun areal perladangan itu terdapat sungai yang begitu besar dan luas. Itu menjadi dasar utama dalam membangun  areal perladangan, karena dekat dengan sumber air.

“Ayahanda, ada baiknya ananda membuka ladang di tepi sungai yang tidak jauh dari kampung kita ini” usul Sulaiman pada ayahnya.

“Bagaimana kau lihat kondisi daerahnya, apakah cocok untuk perladangan” tanya Malin pada anaknya.

“Kalau Ananda lihat sangat bagus ayahanda, apalagi lokasinya dekat dengan sungai, tentunya untuk kebutuhan air bagi kehidupan kita tidak akan habis.” jelasnya.

“Kalau begitu berangkatlah besok, ajak beberapa orang untuk melakukan penelusuran, mana tahu daerah itu bisa membuat kita lebih berkembang” ujar ayahnya.

Keesokan harinya, sesuai petunjuk Malin Kuning Pulungan, sang anak berangkat bersama beberapa orang untuk melihat kondisi alamnya. Sesampai di pinggiran Sungai Barumun mereka melihat peluang besar untuk memulai penghidupan baru dengan bercocok tanam, sebab sangat dekat dengan sungai.

“Pohon apa yang besar itu ya,” tanya salah seorang yang ikut dalam rombongan itu.

“Kalau dilihat dari pohonnya yang besar dan buahnya yang asam, sepertinya ini pohon asam jawa” jawab Sulaiman saat mendekati pohon besar itu.

“Apakahtidakberbahayajikakitamembukaperladangandisini” celetuk yang lain.

“Kenapa harus takut, kita kan berniat baik. Apalagi tujuan kita untuk mencari penghidupan dengan bercocok tanam disini dan membuka perkampungan. Saya pikir tidak masalah dan jangan terlalu di risaukan” ujar Sulaiman memberikan pengertian kepada warga yang ikut dalam rombongannya.

Sulaiman mengajak warga yang ikut untuk menelusuri hutan itu, tentunya tentang kelayakan daerah itu dijadikan lahan perladangan dan perkampungan.

“Kalau menurutku, daerah ini cukup asri dan nyaman, apalagi kalau kita jadikan perkampungan, bagaimana menurut tuan” ujar yang lain pada Sulaiman.

“Saya sependapat denganmu, tidak salah kalau kita mencoba peruntungan disini. Semoga dengan kita bukanya hutan ini menjadi tempat pemukiman dan perladangan, dimasa depan bisa berkembang” ujar Sulaiman.

Setelah beberapa lamanya mereka mengitari hutan itu, akhirnya mereka Kembali kedusun Balimbing untuk menyampaikan informasi itu kepada Malin Kuning Pulungan.

Setelah melalui musyawarah dengan Malin Kuning Pulungan, akhirnya mereka bersepakat untuk membuka kampung baru di dekat sungai Barumun yang mereka yakini dapat membuat mereka lebih berkembang. Sebagai kepala rombongan saat itu di tunjuklah Sulaiman Pulungan, karena sang ayah sudah tua dan tidak sanggup lagi untuk bekerja terlalu berat.

“Ayah pikir, kaulah yang tepat untuk memimpin pembukaan lahan perladangan dan perkampungan yang baru itu, wahai Ananda” kata Malin Kuning pada Sulaiman.

“Baik Ayahanda,”

“Ajak beberapa warga untuk bergotong royong kesana agar wilayah itu dapat segera dikelola menjadi perladangan” perintah Malin Kuning.

“Baik Ayahanda, Ananda akanbekerjasakeras Bersama warga untuk mewujudkan apa yang menjadi impian kita yakni membangun sebuah perkampungan baru” ujar Sulaiman.

“Tidak ada usaha yang sia-sia jika kita tekun dan istiqomah dalam melakukannya. Saya yakin perkampungan itu nantinya akan berkembang pesat. Apalagi dekat dengan sumber air, pastilah menjadi perhatian orang” nasehat Malin Kuning.

Sumber :

1.    Wawancara dengan Pj. Kepala Desa Asam Jawa, Hendra Kusbandi, ST, pada Kamis, 3 Juli 2025.

2.    Wawancara dengan H, Samsul Bahri Hasibuan, pada Selasa, tanggal 15 Juli 2025

3.    Wawancara dengan H. Dahlan Harahap pada Kamis, 17 Juli 2025

4.    Wawancara dengan H. Pahlon Pulungan, pada Rabu, tanggal 30 Juli 2025.

(Bersambung)

Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)