KONTRIBUSI KESULTANAN SIAK DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA DAN TIMBAL BALIKNYA (Selesai)

Media Barak Time.com
By -
0

 


Oleh:

 Datuk Seri Prof.Dr.OK.Saidin, SH.M.Hum Al Haj

 Ketua Umum

Pengurus Besar MajelisAdatMelayu Indonesia (Perode 2024 – 2029)

 

DisampaikandalamSimposium “Siak Sebagai Pusat KebudayaanMelayu” Kerjasama PerhimpunanKeluarga Siak Riau dan PemerintahKabupaten Siak


Wilayah Kerajaan Melayu Islam selalumenjafi“anakbaik” di Republikini. Melayusejakawalberpegang pada akhlak dan adab Islam. Bukanmerekatakpaham dan taktahudiperlakukantidakadil, tapiadab dan akhlakmerekaselalumengajarkanberbuatbaikantarsesama dan selalubersabar. Akan tetapitampaknyabaiksajatakcukupuntukbisamemeperjuangkanhak, marwah dan martabanya. Budi baikKesultananMelayuterhadap negeri ini yang hanyatinggaldalamkenanganharusdiperjuangkankembali oleh generasiMelayuhariini, agar Melayu Tak Hilang di Bumi.

Ada banyakharapan dan keinginan yang disampaikanMasyarakat Siak termasukkawulaKerajaan/KesultananMelayulainnyakepadaPemerintah NKRI tapibanyak yang tidakmendapatresponsdenganbaik. KetidakpuasanrakyatkaulamasyarakatadatKesultananterusbergemaseiringkebijakanpemerintah yangdirasakantidakadil. Tuntutan agar AnggaranPemerintah Pusat yang dikucurkanmelalui Dana Alokasi Umum dan Dana AlokasiKhususmelaluisistemperimbangankeuangan Pusat – Daerah yang lebihadilkerap kali juga takdapatdisahutidenganbaik.Ketimpanganpembangunan Jawa dan luar Jawa kianharikianmenyeruak yang mengusik rasa keadilanmasyarakatluar Jawa.

Khususuntuk Riau pernahadagejolakketikaseorangtokohintelektual RiauProf.dr, Tabrani Rab (1941-2022) menggagasgerakan Riau Merdekapada masa reformasi. Iamemproklamirkangerakanini pada 15 Maret 1999 sebagaibentukprotesatasketidakadilanekonomi dan eksploitasisumberdayaalamwilayah asetKesultanan Siak yang dihibahkannyakepadaNKRI. Gerakan inimenuntutkeadilanbagimasyarakat Riau. Walaupunsampaiakhirhayatnya (beliauwafatTanggal 14 Agustsus 2022)gagasanTabrani Rab untukmendirikan Negara Riau Merdeka takpernahterwujud, akantetapigerakaninimenggambarkanbetapa negeri Melayu yang dulumenjaditanah yang makmur di bawahKesultanan Siak telahmemberisimpati dan empati yang dalamdarimasyarakatkepadasetiap orang yang menuntutkeadilan. Di sisi lain buahnyaadalahkini Riau mendapatdoronganotonomidaerahyang lebihbesardarimasyarakatnya.

Tuntutaneks wilayah kerajaan Siak inimenjadi Daerah OtonomiKhusus juga pernahdikumandangkan  yang berpangkal pada hasilKongres Rakyat Riau (KRR) II tahun 2000 dan deklarasi 2007. Tuntutaninikembalidigaungkan oleh berbagaitokohmasyarakat dan akademisi yang berakar pada ketidakadilanekonomiatassumbangan Riauyang berasaldaridevisamigasterbesardi negeri ini, namunmerasakurangmendapatperhatiandariPemerintah Pusat, terutamaterkaitbagihasil dan semakinbanyaknyapendudukRiau yang hidup di bawahtingkatkesejahteraan rata-rata penduduk Indonesia.

Saat ini juga berkembangberbagaipemikirandariberbagaiTokohmasyarakat Riau mendorongberlakunyaOtonomiKhususuntukpengelolaandaerah yang lebihmandiri dan adil, bahkansempatmunculwacana referendum.

KondisiTerkini (2025-2026) yang memunculkanisuotonomikhususmasihdianggaprelevan oleh masyarakatnyadikaitkandenganperjuangan "Negeri Berdaulat" sebuahteks line yang bersumberdarinilai-nilaitradisiKesultanan Siak yang menuntutdan pembenahan tata kelolapemerintahanpasca-kasuskorupsi yang melibatkanpara pejabatdaerah.

Rakyatnya juga menuntut agar Pemprov Riau, melaluiPenjabatyang berkuasahariiniuntukmemperioritaskan dan memusatkanperhatiannyagunapeningkatanPendapatan Asli Daerah (PAD) dan pelayananpublik, yang sebelumnyadisorotkarenatingginyaangkakemiskinan. Secararingkas, narasiotonomikhusus di Riau hariinilebihmenonjolkantuntutankeadilanfiskal (perimbanganhasilkekayaanalam) dan tata kelola yang transparan.

Memanglahancamanbangsainiharikedepanbukansematakarenamenurunnyakualitas SDM, atauketidaktersediaanlapangankerja, yang semuaitusesungguhnyadapatdicapaisecarabertahap. Akan tetapiancamanbangsaini yang perludiantisipasi oleh pemerintah Pusat adalahpersoalan ”ketidakadilan”. Sebabpersoalaniniakandapatmengancamkeutuhan NKRI.

Tampaknya para petinggiMelayuharuskembali duduk bersama, merumuskankembalipetajalanperjuanganPuakMelayu, gunamenyadarkankembalipara politisi, para pengambilkebijakan para akademisi, dan semua stakeholder untukmencermatipergerakanpolitik dan ekonomi Indonesia yang sedangbergerakmajukedepan di atasjalankapitalisme dan liberalismeyang dapatmenghapuskanjejaksejarahseiringdenganbergesernyasistempemerintahandemokrasikeoligarki. Siak dan semuajajaran negeri yang pernah di bawahnaungan Siak harusmenyatukanpemikiran dan geraklangkahnyauntukmenjagakeutuhan NKRI sebagaimanadilakukan oleh Tuanku Sultan Syarif Kasim II.

 


Penutup

Keputusan Tuanku Sultan Syarif Kasim II untukmelepastakhta, istana dan seluruhasetsertakekayaanalam yang berada di wilayah kesultanannyauntukmeleburkedalamnegara barudan memilihhidupsebagairakyatbiasa pada masa awalkemerdekaanadalahsebuahkontribusi yang takternilaiharganyadalammempertahankanpengakuan dan menguatkaneksistensi negara Indonesia merdeka pada masa tahun-tahunawalkemerdekaan Indonesia.

KesadaranitujusterutumbuhdariperjalanansejarahKesultanan Siak yang panjangpenuhliku-likubaikmendapattantangan - daripihak internal kerabatistanamaupundaripihak Asing  Portugis, Inggris, Belanda dan Jepang -betapauntukmenghadapserangandarimusuh-musuheksternal negara haruskuat dan perlumendapatpengakuanbaikdalam negeri sendirimaupunsecaraInternasional yang membuatTuanku Sultan Syarif Kasim II memilihbergabungdengan NKRI.

Peran Tuanku Sultan Syarif Kasim II dalammemediasi Raja-raja/Sultan di Sumatera Timur bersama Sultan Serdang (Putera Mahkota Sultan Serdang Tengku Rajih Anwar) agar memberidukungan dan bergabungdengan NKRI  adalahbuktikepiawaiansekaligusmengukuhkannyasebagaisosokbangsawanMelayu yang sangatdihormati oleh Raja-saja/Sultan yang pernahmenjadi wilayah taklukannyadan ini jugamemberikesanbetapaakhlakMelayudalammemimpinpatutdijadikantauladan.

Bahwakemudiantimbal balik yang diberikan oleh Pemerintah RI kepada negeri Siak yang tidaksebandingdenganpengorbanan Sultan Syarif Kasim II, adalahsatukekeliruanpemerintahdalammerespons dan memaknaisejarah yang  menggambarkanbetapasebenarnyapersoalankebangsaan negeri inimasihbelumselesai dan karenanyakekeliruanituperludikajiulang, gunakeberlangsungan negara NKRI yang kuat dan Tangguh.

Bahwabahaya yang mengancamkeutuhanbangsa dan negara inikedepan, bukanhanyasoalkemiskinan dan kenodohan, akantetapipersoalanketidakadilan. Ini akanmenjadibahaya latent yang jikatidakdiantisipasisejakawalakanmenjadi manifest dan dapatmengancamperpecahanbangsainikedepan.


Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)