Baraktime.com|Belawan
Arus peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menunjukkan tren peningkatan pada awal 2026. Hingga Januari 2026, PT Prima Multi Terminal mencatat volume peti kemas mencapai 62.610 TEUs atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini terjadi di tengah menguatnya aktivitas distribusi barang, baik domestik maupun internasional, yang melalui dua pelabuhan utama di wilayah barat Indonesia tersebut.
Di Terminal 1 Belawan, arus peti kemas domestik menjadi penopang utama pertumbuhan. Sepanjang Januari 2026, volume domestik tercatat 56.992 TEUs atau naik 12 persen dibandingkan periode yang sama 2025. Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya frekuensi pelayaran antarpulau serta meningkatnya distribusi komoditas konsumsi dan bahan baku industri dari dan menuju Sumatera.
Sementara itu, di Terminal 2 Kuala Tanjung, lonjakan paling signifikan terjadi pada jalur internasional.
Arus peti kemas internasional tercatat 1.515 TEUs atau tumbuh 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejumlah pelayaran baru dan peningkatan kapasitas layanan ekspor-impor disebut turut mendorong pertumbuhan tersebut.
Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, mengatakan capaian ini mencerminkan membaiknya pergerakan logistik di Sumatera Utara dan sekitarnya.
“Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas industri dan perdagangan mulai bergerak lebih agresif. Kami melihat permintaan layanan bongkar muat, terutama untuk komoditas ekspor, meningkat sejak akhir 2025,” kata Rudi, Selasa (3/3).
Menurut dia, perusahaan melakukan sejumlah penyesuaian operasional untukmengantisipasi kenaikan volume tersebut. Di antaranya melalui penataan ulang lapangan penumpukan, perbaikan alur pergerakan alat, hingga optimalisasi jadwal tambat kapal.
Upaya itu tercermin dari membaiknya rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Terminal Belawan. Hingga Januari 2026, rasio ET/BT mencapai 86,48 persen atau naik sekitar 3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Rasio ini menunjukkan perbandingan antara waktu efektif bongkar muat dengan total waktu sandar kapal.
“Perbaikan layout dan penguatan koordinasi operasional membantu kami menekan waktu tunggu kapal.
Ini penting untuk menjaga kepercayaan pelayaran dan pengguna jasa,” ujar Rudi.
Selain peningkatan operasional, perusahaan juga menekankan aspek keselamatan kerja. Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terus diperkuat dengan target zero accident. Langkah yang dilakukan meliputi standardisasi peralatan, inspeksi rutin fasilitas, serta pelatihan berkala bagi pekerja di lapangan.
Rudi menambahkan, sebagai pengelola dua terminal strategis di Sumatera, pihaknya memiliki tanggung jawab menjaga kelancaran arus logistik. Menurut dia, efisiensi pelabuhan berpengaruh langsung terhadap biaya distribusi dan daya saing industri.
“Kelancaran arus peti kemas bukan hanya soal angka throughput, tetapi bagaimana pelabuhan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” katanya.
Ke depan, perusahaan menilai tren pertumbuhan ini membuka peluang pengembangan kawasan industri
dan logistik di sekitar Belawan dan Kuala Tanjung. Dengan posisi geografis yang strategis di jalur perdagangan internasional, kedua pelabuhan tersebut diproyeksikan semakin berperan sebagai pintu gerbang logistik wilayah barat Indonesia. (Rafli)


Posting Komentar
0Komentar