Baraktime.com|Labusel
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kotapinang
menerima kunjungan strategis dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak (DP3A) Kabupaten Labuhanbatu Selatan pada Kamis (16/4).
Kunjungan ini merupakan langkah nyata dalam
memperkuat pengawasan serta memastikan pemenuhan hak-hak anak yang berada di
dalam lingkungan Lapas terpenuhi secara optimal. Fokus utama kegiatan ini
adalah memberikan pembinaan dan pendampingan agar anak-anak didik
pemasyarakatan tetap mendapatkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang
mereka.
Pihak DP3A menjelaskan bahwa kehadiran mereka
bertujuan untuk mengidentifikasi dini berbagai potensi permasalahan yang dapat
memengaruhi kesejahteraan fisik maupun mental anak. Melalui koordinasi ini,
diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara Lapas Kotapinang dan pemerintah
daerah dalam membangun sistem perlindungan anak yang terpadu dan berkelanjutan.
Selain melakukan pemantauan, tim DP3A juga
berinteraksi langsung guna menggali data akurat mengenai kondisi sosial dan
psikologis anak. Langkah ini diambil sebagai dasar penentuan kebijakan
pembinaan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.
Tak hanya bersifat administratif, kunjungan
ini juga diisi dengan pemberian dukungan moral dan motivasi. Hal ini dilakukan
agar para anak didik tetap memiliki kepercayaan diri dan semangat untuk
memperbaiki diri demi masa depan yang lebih baik.
"Kami berkomitmen mewujudkan lingkungan
yang ramah anak, sekalipun di dalam lembaga pemasyarakatan. Ini adalah bagian
dari tanggung jawab bersama untuk menjaga generasi penerus bangsa," ujar
salah satu perwakilan tim di sela kegiatan.
Sementara Kalapas Kelas III Kotapinang, Haris
Damanik, SH.MH sangat mengapresiasi kehadiran DP3A ke Lapas Kotapinang dalam
rangka mengidentifikasi dini persoalan
yang dapat mengganggu mental anak. Beliau berharap berkesinambungan demi
menjaga generasi penerus bangsa.
Seluruh rangkaian kunjungan berlangsung dengan
lancar dan kondusif, menandai penguatan kerja sama antara kedua instansi dalam
menjamin kualitas hidup perempuan dan anak di Labuhanbatu Selatan. (ril/red)


Posting Komentar
0Komentar