Baraktime.com|Labusel
Gerakan Mahasiswa dan Pemuda (GEMPA)
Kabupaten Labuhanbatu Selatan menggelar
aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu
Selatan, Kamis (15/1). Hal ini terkait banyaknya bangunan
Sekolah yang diduga mangkrak di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Dalam orasinya, massa menyampaikan tuntutan
kepada aparat penegak hukum agar segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan
terhadap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) dan pihak kontraktor. Tuntutan
tersebut disampaikan menyusul adanya dugaan sejumlah proyek pembangunan di
lingkungan Dinas Pendidikan yang diduga mangkrak.
Aksi dimulai di Kantor Dinas Pendidikan
Labuhanbatu Selatan dengan menitik beratkan pada pelaksanaan proyek yang dinilai tidak sebanding
dengan anggaran yang telah dialokasikan. Mereka meminta
adanya keterbukaan informasi dan pengawasan serius terhadap penggunaan anggaran
di sektor pendidikan.
Usai berorasi di Kantor Dinas Pendidikan,
massa bergerak menuju Kantor Kejaksaan
Negeri Labuhanbatu Selatan untuk menyampaikan hal yang sama.
Di Kejari Labuhanbatu Selatan, aspirasi
pengunjuk rasa diterima oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Labuhanbatu
Selatan, Oloan Sinaga S.H. Massa meminta Kejaksaan
menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan hukum secara profesional dan
transparan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Koordinator aksi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Labuhanbatu Selatan, Muhammad Fahri
saat dimintai tanggapannya mengatakan, Dalam aksi
yang mereka gelar, Pihaknya mendesak
aparat penegak hukum untuk bersikap tegas dalam
menindaklanjuti dugaan proyek mangkrak tersebut.
Fahri
menambahkan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dan Pemuda terhadap kualitas
pendidikan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Ia menegaskan
pihaknya akan terus mengawal persoalan ini hingga terdapat kejelasan dan
langkah hukum yang nyata dari aparat penegak hukum. (red).


Posting Komentar
0Komentar