Lemahnya Pengawasan Pemantau Perjalanan PKDA,Team RTSO dan Team RTSE Terhadap AMT Yang Diduga Lakukan Pencurian BBM

Media Barak Time.com
By -
0

 


Baraktime.com|Binjai

Sudah bukan rahasia umum lagi maraknya tempat penampungan bahan bakar minyak (BBM) ilegal,atau siong yang berada diwilayah Jalan Jati Utomo Kecamatan Binjai Utara yang dilakukan awak mobil tangki (AMT) PT Elnusa Petrofin yang bekerja sama dengan penadah BBM. 


Kegiatan ini terpantau awak media, dimana pencurian BBM milik PT Pertamina Patra Niaga diduga dilakukan dengan modus saat pengangkatan kepala kabin mobil tangki PT Elnusa Petrofin dengan nomor lambung 064 dengan cara mengurangi isi muatan BBM tersebut, sebelum diantar oleh AMT ke SPBU, Sabtu (14/2/2026)


Menurut sumber yang dapat dipercaya, dan tidak mau disebutkan namanya,menuturkan aksi pencurian BBM tersebut dilakukan di wilayah Binjai Se'i Semayang, Marendal dan Amplas, bahkan mareka melakukan aksi penyelewengan BBM tersebut sampai ditengah kota tanpa adanya hambatan.


Tapi ada juga permainan BBM ilegal ini dengan cara Fasing, ucap sumber seperti tangki Elnusa Petrofin yang mengangkut BBM resmi milik PT Pertamina Patra Niaga dari Fuel Terminal Medan grup lalu digiring ke gudang siong, selanjutnya sebahagian muatannya dibongkar dan dicampur atau dikolak dengan menggunakan minyak konden sebelum BBM tersebut diantar ke SPBU, "jelas perbuatan ini sudah sangat luar biasa ucap sumber, sebab yang dirugikan langsung dampaknya ke masyarakat selaku pengguna BBM subsidi dari Pemerintah Tuturnya lagi


Seperti diketahui, PT Elnusa Petrofin memiliki peralatan elotrinik yang canggih dan modern untuk memantau pergerakan dan perjalanan mobil tangki,tetap diawasi sampai ketempat tujuan.


Anehnya, kenapa tidak bisa terpantau dan terdeteksi oleh pengawas yang bertugas di PT Elnusa Petrofin, dalam hal ini kuat dugaan ada udang dibalik batu, sebab bisnis BBM ilegal tersebut sudah diatur dan dikondisikan oleh mafia BBM lewat Supir PT Elnusa Petrofin kepada petugas sesuai pesanan dan alamat tujuan masing masing. 


Sangat disayangkan, betapa lemahnya pengawasan yang dilakukan terhadap awak mobil tangki (AMT) PT Elnusa Petrofin yang dilakukan oleh team pemantau perjalanan mobil tangki, seperti PKDA, team RTSO dan team RTSE selaku petugas yang berwenang di PT Elnusa Petrofin untuk mengawasi kinerja AMT dilapangan.


"Walau dilengkapi dengan Fasilitas alat elektronik yang canggih namun Elnusa Petrofin terus kebobolan, patut diduga team pemantau ada main dengan mafia BBM," tuturnya (Rafli)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)